Harga emas dunia mengalami penurunan signifikan pada Kamis pagi WIB (7/11), setelah hasil Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) pada 5 November 2024 mengumumkan kemenangan mengejutkan Donald Trump. Mantan Presiden AS yang menjabat dari 2017 hingga 2021 itu berhasil mengalahkan calon inkumben, Kamala Harris, dengan meraih 295 electoral votes berbanding 226 suara. Kemenangan Trump ini mengguncang pasar keuangan global, yang langsung merespons dengan perubahan signifikan pada harga emas.
Setelah hasil pemilu diumumkan, harga emas langsung terjun sekitar 2%, tercatat pada US$2,689.98 per ons. Penurunan ini menjadi yang pertama dalam dua minggu terakhir, setelah harga emas sempat stabil di atas level US$2.700. Lonjakan tajam nilai tukar dolar AS menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penurunan harga emas tersebut. Dolar AS menguat tajam, mencatatkan kenaikan tertinggi sejak 2020, setelah pasar bereaksi terhadap prospek kebijakan ekonomi yang akan diterapkan oleh pemerintahan Trump yang baru.
Seiring dengan penguatan dolar AS, investor mulai beralih dari aset yang dianggap lebih aman, seperti emas, menuju aset berdenominasi dolar yang diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih tinggi. Hal ini memicu aksi jual besar-besaran di pasar emas global, sehingga harga logam mulia tersebut mengalami penurunan tajam.
Beberapa analis mengungkapkan bahwa pasar mulai menilai kemungkinan dampak dari kebijakan ekonomi dan fiskal yang akan diterapkan oleh Trump, termasuk potensi perubahan kebijakan pajak dan pengeluaran pemerintah yang dapat mempengaruhi perekonomian AS dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, kebijakan luar negeri dan ketegangan perdagangan yang mungkin muncul selama masa jabatan Trump juga turut memengaruhi sentimen pasar global.
Dengan penurunan harga emas ini, banyak investor kini mulai mengalihkan perhatian mereka pada langkah-langkah ekonomi yang akan diambil oleh pemerintah baru AS. Sebagian besar pelaku pasar percaya bahwa kebijakan Trump, yang cenderung lebih pro-bisnis dan mendukung pengurangan pajak, dapat mendorong penguatan ekonomi AS dalam jangka pendek, meskipun ada kekhawatiran mengenai ketidakpastian politik dan geopolitik yang mungkin timbul selama pemerintahannya.
Saat ini, pasar emas masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh Trump, serta dampaknya terhadap mata uang dan aset global lainnya. Apakah penurunan harga emas ini akan berlanjut atau justru kembali naik, tergantung pada respons pasar terhadap kebijakan-kebijakan yang akan diumumkan oleh pemerintahan Trump dalam waktu dekat.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
