Yen Jepang mengalami stabilisasi di kisaran 152,8 per dolar pada perdagangan Jumat (8/11), setelah Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, mengungkapkan bahwa pemerintah Jepang akan mengambil “tindakan yang tepat” untuk mengatasi fluktuasi yang berlebihan dalam nilai tukar mata uang asing. Kato menekankan bahwa Jepang memantau dengan cermat dampak kebijakan yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap ekonomi Jepang, serta memperingatkan mengenai pergerakan spekulatif yang dapat mengganggu pasar mata uang.
Pernyataan Kato ini muncul setelah pemimpin oposisi Jepang, Yuichiro Tamaki, menyuarakan kekhawatirannya bahwa kebijakan ekonomi Trump dapat memperburuk inflasi di AS, yang pada gilirannya dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada yen. Dalam beberapa hari terakhir, yen tertekan oleh lonjakan tajam dolar AS, yang dipicu oleh kemenangan Trump dalam Pemilu Presiden AS 2024. Pada Rabu (6/11), yen sempat jatuh hampir 2% terhadap dolar setelah hasil pemilu AS diumumkan. Kenaikan dolar ini didorong oleh harapan pasar terhadap kebijakan ekonomi Trump yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi AS.
Namun, pada hari berikutnya, Kamis (7/11), yen berhasil bangkit kembali sekitar 1%, sebagian besar karena aksi ambil untung di pasar dolar setelah reli tajam. Selain itu, penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve (The Fed) pada Rabu lalu turut memberi dampak positif bagi yen. Pemangkasan suku bunga ini menurunkan imbal hasil obligasi AS, yang memberi tekanan pada penguatan dolar dan mendukung pergerakan yen yang lebih stabil.
Kebijakan Donald Trump yang diperkirakan dapat mendorong inflasi lebih tinggi di AS menjadi perhatian besar di pasar internasional. Analis menilai bahwa kebijakan fiskal yang lebih ekspansif serta kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis dapat mempengaruhi pasar mata uang global dan memperburuk ketegangan dalam hubungan perdagangan antara Jepang dan AS. Dalam konteks ini, pemerintah Jepang tetap waspada terhadap potensi dampak kebijakan Trump terhadap nilai tukar yen, yang memiliki peran penting dalam perekonomian Jepang yang bergantung pada ekspor.
Saat ini, pasar sedang mengamati bagaimana Bank of Japan (BOJ) dan pemerintah Jepang akan merespons fluktuasi nilai tukar yang signifikan ini. Para pedagang juga memantau langkah-langkah yang mungkin diambil oleh BOJ untuk mempertahankan stabilitas mata uang dan mencegah dampak buruk terhadap ekonomi domestik. Dengan situasi yang masih penuh ketidakpastian, para pelaku pasar berharap kebijakan yang diterapkan dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas mata uang Jepang.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
