0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

Harga Minyak Dunia Melemah, Pasar Cermati Rencana Damai Ukraina–Rusia

 

Harga minyak global melemah pada Kamis setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyetujui dimulainya pengerjaan rencana damai, di saat yang sama sanksi Amerika Serikat terhadap dua raksasa minyak Rusia dijadwalkan berlaku pada Jumat. Minyak mentah WTI kembali turun untuk sesi ketiga, mendekati area $58 per barel, sementara Brent ditutup di sekitar $63 per barel. Untuk mengenal lebih jauh produk dan layanan trading, kamu dapat mengunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.

 

Rencana damai tersebut disusun oleh Amerika Serikat dan Rusia, dan Zelenskiy dijadwalkan berbicara langsung dengan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari ke depan. Draft awal mencakup kemungkinan pengalihan sebagian wilayah Ukraina serta pencabutan sejumlah sanksi terhadap Rusia. Meski demikian, sebagian diplomat Eropa tetap skeptis, mengingat Presiden Vladimir Putin kerap tampak kooperatif hanya ketika menghadapi tekanan. Kremlin sendiri sedang berupaya menghentikan sanksi baru AS yang menargetkan Rosneft dan Lukoil, dua perusahaan minyak terbesar Rusia. Ikuti perkembangan situasi geopolitik melalui Linktree sosial media EWF Praxis.

 

Jika rencana damai tersebut benar-benar maju dan sanksi dicabut, pasar bisa dibanjiri suplai tambahan di tengah proyeksi surplus besar tahun depan. Produksi dari OPEC+ dan negara-negara produsen lain, khususnya dari kawasan Amerika, terus meningkat dan memicu sentimen bearish. Kondisi inilah yang membuat harga minyak bergerak menuju potensi penurunan secara tahunan. Untuk mencoba simulasi trading minyak dan komoditas lainnya, kamu bisa menggunakan akun demo resmi EWF Futures.

 

Secara teknikal, sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil dapat menyebabkan hampir 48 juta barel minyak tertahan di lautan tanpa pembeli. Beberapa kilang India mulai mencari alternatif setelah bertahun-tahun menikmati minyak Rusia berharga rendah; bahkan Reliance Industries telah mengumumkan penghentian pemrosesan minyak Rusia di sebagian fasilitas kilang Jamnagar. Pada sesi Asia, kontrak WTI Januari turun 0,7% ke $58,58 per barel, sementara kontrak Brent Januari melemah 0,2% ke $63,38 per barel. Untuk berita komoditas dan pasar global lainnya, kamu bisa membaca pembaruan terbaru dari portal berita Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *