Harga emas naik tipis pada Rabu (13/11) setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya, seiring dengan peningkatan minat investor yang memanfaatkan penurunan harga untuk membeli emas dengan harga lebih murah. Harga emas spot tercatat naik 0,4%, diperdagangkan pada $2.608,18 per ons pada pukul 02:00 GMT. Sebelumnya, harga emas sempat turun tajam ke level terendah sejak 20 September pada hari Selasa. Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 0,3%, menjadi $2.614,10 per ons.
Kelvin Wong, analis pasar senior di OANDA untuk Asia Pasifik, menyatakan bahwa pemulihan harga emas terjadi karena adanya perburuan barang murah setelah harga logam mulia ini turun di bawah level $2.600. Pada sesi sebelumnya, harga emas dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, yang didorong oleh ekspektasi kebijakan inflasi dari Presiden terpilih AS, Donald Trump. Investor juga mulai mempertimbangkan dampak kebijakan Trump terhadap siklus pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed).
Saat ini, para pelaku pasar memperkirakan ada kemungkinan 60,3% bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mereka di bulan Desember mendatang. Namun, peluang tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang mencapai 77,3% minggu lalu, menurut data dari alat FedWatch milik CME. Meskipun emas sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas, karena logam mulia ini tidak menghasilkan bunga.
Fokus pasar kini beralih ke data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang dijadwalkan dirilis pada pukul 13:30 GMT. Data ini akan menjadi acuan penting bagi pasar untuk mengukur apakah inflasi masih berada dalam kendali dan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter Federal Reserve ke depan. Selain itu, pasar juga akan mencermati data lainnya sepanjang minggu ini, termasuk Indeks Harga Produsen (IHP), klaim pengangguran mingguan pada Kamis, dan data penjualan ritel pada Jumat.
Menurut Wong, jika data IHK dan IHP menunjukkan bahwa inflasi tetap terkendali, harga emas dapat berpotensi naik menuju level $2.650 per ons. Pernyataan dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan pejabat bank sentral lainnya juga menjadi perhatian investor, mengingat suku bunga yang lebih tinggi diperkirakan akan mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Selain harga emas, logam mulia lainnya juga mengalami penguatan. Harga perak spot naik 0,7%, diperdagangkan pada $30,91 per ons setelah mencapai level terendah satu bulan pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga platinum naik 0,5%, menjadi $952,80 per ons, dan harga paladium juga naik 0,7%, diperdagangkan pada $951,13 per ons.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
