0 0
Read Time:57 Second

Harga perak turun pada hari Rabu (20/11), bergerak menuju sekitar $31,00 per ons, setelah sebelumnya sempat melonjak di atas $31,50 pada hari Selasa. Lonjakan tersebut dipicu oleh kekhawatiran terkait potensi eskalasi konflik Rusia-Ukraina, yang menyebabkan ketegangan global meningkat, termasuk ancaman serangan nuklir dari Rusia.

Namun, ketegangan pasar mulai mereda setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa Rusia akan “melakukan segala yang mungkin” untuk menghindari perang nuklir, dan AS juga menyatakan tidak ada alasan untuk menyesuaikan kebijakan nuklirnya. Pernyataan ini berhasil meredakan kekhawatiran pasar yang sebelumnya mendorong permintaan untuk aset safe haven seperti perak.

Saat ini, investor mengalihkan perhatian mereka ke pernyataan yang akan datang dari pejabat Federal Reserve AS, yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk tentang arah kebijakan moneter dan dampaknya terhadap dolar AS. Pergerakan dolar dapat memengaruhi harga komoditas, termasuk perak.

Selain itu, di Tiongkok, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) memilih untuk mempertahankan suku bunga pinjaman utama tidak berubah, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan ini tidak memberikan sinyal baru yang dapat memengaruhi permintaan logam, terutama di negara tersebut yang merupakan konsumen logam terbesar di dunia.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *