Harga emas naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Rabu (19/11), mencapai level tertinggi dalam satu minggu, karena investor beralih ke logam mulia sebagai perlindungan di tengah ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat akibat ketegangan antara Rusia dan Ukraina.
Harga emas spot naik 0,6% menjadi $2.646,79 per ons, setelah mencapai puncak tertinggi sejak 11 November pada awal sesi. Sementara itu, harga emas berjangka AS juga mencatatkan kenaikan 0,8% menjadi $2.650,60.
Ketegangan geopolitik semakin memanas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memperluas cakupan ancaman serangan nuklir. Hal ini memicu permintaan untuk logam aman (safe haven) seperti emas, yang sering dianggap sebagai tempat berlindung di tengah ketidakpastian global.
Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, menjelaskan, “Kenaikan minat pada safe haven jelas didorong oleh ketegangan ini.” Meskipun demikian, penguatan dolar AS sedikit membatasi kenaikan harga emas, karena dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Dolar AS menguat pada hari Rabu, melanjutkan reli yang dimulai beberapa waktu lalu, meskipun sebelumnya sempat mengalami penurunan. Pada minggu sebelumnya, harga emas mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga tahun akibat penguatan dolar yang dipicu oleh ekspektasi kebijakan ekonomi yang lebih ketat.
Sementara itu, para investor juga memperhatikan komentar yang akan dikeluarkan oleh pejabat Federal Reserve (Fed) dalam beberapa hari mendatang. Pasar sebelumnya berharap adanya penurunan suku bunga pada bulan Desember, namun ekspektasi tersebut kini menurun signifikan. Peluang penurunan suku bunga Desember kini diperkirakan hanya 55,5%, turun dari 82,5% hanya seminggu sebelumnya.
Menurut laporan ANZ, meskipun kemungkinan penghentian sementara pemotongan suku bunga oleh Fed dapat menekan harga emas dalam jangka pendek, faktor-faktor seperti ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang terus berlanjut, serta permintaan fisik yang tetap kuat, akan menjaga sentimen pasar emas tetap positif.
Di pasar logam mulia lainnya, perak spot turun 0,4% menjadi $31,08 per ons, sementara platinum turun 1,2% menjadi $962,75 per ons. Paladium juga mencatatkan penurunan 1,6% menjadi $1.018,47 per ons.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat tekanan dari penguatan dolar dan ketidakpastian kebijakan suku bunga, ketegangan geopolitik yang meningkat terus memberikan dukungan bagi harga emas sebagai instrumen investasi yang aman.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
