Harga emas stabil untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan hari Rabu, dengan logam mulia diperdagangkan mendekati $2.635 per ons. Tekanan terhadap emas mereda seiring melemahnya dolar AS setelah reli pasca kemenangan Presiden terpilih Donald Trump, di mana dolar yang lebih kuat sebelumnya membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.
Para investor juga mencerna data terbaru mengenai Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti, ukuran inflasi yang disukai oleh Federal Reserve, yang meningkat sesuai ekspektasi. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa peluang pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin pada pertemuan Fed bulan depan mencapai 60%, meningkat dari peluang yang lebih rendah pada awal minggu ini. Pemangkasan suku bunga cenderung menguntungkan emas karena logam tersebut tidak memberikan bunga.
Sementara itu, ketegangan geopolitik mereda setelah laporan bahwa Israel dan Hizbullah hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari, yang seringkali menurunkan minat terhadap emas sebagai aset safe haven. Emas spot sedikit berubah pada harga $2.636,45 per ons pada pukul 8:13 pagi waktu Singapura, sementara Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,1% setelah penurunan 0,7% pada sesi sebelumnya.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
