Harga perak (XAG/USD) turun ke sekitar $31,20 pada Kamis (5/12), mengakhiri tren kenaikan dua hari berturut-turut setelah komentar dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang mencerminkan sikap hati-hati bank sentral AS terkait pemangkasan suku bunga. Powell menyatakan bahwa kekuatan ekonomi AS memberikan ruang bagi Fed untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan suku bunga, yang memicu ekspektasi pasar bahwa Fed mungkin tidak akan melanjutkan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif setelah Desember, dengan kemungkinan pemangkasan berikutnya baru terjadi pada Maret 2025.
Sikap lebih hati-hati dari Fed ini menguntungkan dolar AS, yang berpotensi melemahkan harga komoditas berdenominasi dolar seperti perak. Saat ini, pasar memperkirakan peluang 76% bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17-18 Desember.
Namun, pasar perak tetap didorong oleh prospek defisit pasokan yang diperkirakan akan berlangsung selama empat tahun berturut-turut, akibat permintaan yang kuat. Permintaan untuk perak, khususnya dalam industri fotovoltaik (panel surya), telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Ini memberikan dukungan untuk harga perak, meskipun adanya tekanan dari ekspektasi kebijakan Fed yang lebih berhati-hati. Analis di Commerzbank memperkirakan permintaan industri yang terus meningkat dapat mendorong harga perak fisik ke level tertinggi kedua setelah 2022.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
