Harga emas (XAU/USD) berjuang untuk mempertahankan pemulihan moderat yang terjadi minggu lalu dari titik terendah satu bulan, dan kini berfluktuasi dalam kisaran sekitar $2.625 selama sesi Asia pada hari Senin (23/12). Dolar AS (USD) bertahan di bawah level tertinggi dua tahun yang dicapai pada hari Jumat, yang menjadi faktor utama yang membatasi potensi kenaikan harga emas. Di samping itu, ketegangan geopolitik yang terkait dengan perang Rusia-Ukraina yang berlanjut dan ketegangan di Timur Tengah turut mendukung permintaan untuk logam mulia sebagai aset safe haven.
Sementara itu, sinyal hawkish dari Federal Reserve (Fed), yang menunjukkan bahwa bank sentral AS akan memperlambat laju penurunan suku bunga pada tahun 2025, turut mendukung penguatan imbal hasil obligasi Treasury AS. Hal ini, bersama dengan sentimen positif yang lebih luas di pasar ekuitas, tampaknya membatasi potensi kenaikan harga emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Dengan kondisi tersebut, para pedagang cenderung lebih berhati-hati dan menunggu aksi beli yang lebih kuat sebelum melakukan posisi lebih lanjut untuk pergerakan apresiasi lebih lanjut. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis Indeks Kepercayaan Konsumen dari Conference Board yang diharapkan memberikan dorongan bagi pergerakan harga jangka pendek.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
