0 0
Read Time:59 Second

Harga emas bergerak turun di tengah perdagangan pasca-liburan Natal yang sepi, diperdagangkan mendekati $2.630 selama sesi Asia pada hari Jumat (27/12). Meskipun demikian, logam mulia ini tetap menunjukkan potensi kenaikan karena pasar menunggu sinyal terkait ekonomi AS di bawah pemerintahan Donald Trump yang akan datang dan prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed) untuk tahun 2025.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, tetap menarik bagi investor karena data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) AS yang moderat, yang menantang ekspektasi bahwa Fed hanya akan melakukan pemotongan suku bunga terbatas tahun depan. Ini mengisyaratkan kemungkinan lebih banyak pemotongan suku bunga yang dapat mendukung harga emas lebih tinggi. Selain itu, daya tarik emas sebagai aset safe-haven didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah.

Emas telah mencatatkan kinerja yang luar biasa tahun ini, dengan kenaikan sebesar 27%, yang merupakan kinerja tahunan terbaik sejak 2010. Lonjakan harga ini didorong oleh pembelian signifikan dari bank sentral, ketidakpastian geopolitik yang meningkat, serta kebijakan pelonggaran moneter oleh bank sentral utama, yang terus memberikan dukungan bagi harga emas.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *