Minggu lalu, harga emas berhasil mempertahankan posisinya di sekitar USD 2.650 per ons, meskipun pasar menghadapi tekanan berat akibat kenaikan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun yang mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, yaitu 4,64%. Meskipun sempat terkoreksi, harga emas berjangka terakhir tercatat pada USD 2.618,30 per ons, turun 0,57% dalam sehari dan mengalami penurunan tipis sebesar 0,18% sepanjang pekan ini.
Menurut James Hyerczyk, analis pasar dari FX Empire, ketahanan harga emas didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu permintaan terhadap aset safe haven. “Investor terus memantau ketegangan di Eropa Timur dan Timur Tengah, terutama konflik yang berlangsung di Ukraina dan Yaman,” kata Hyerczyk.
Selain itu, serangan drone Rusia terhadap target di Ukraina dan serangan Israel terhadap Houthi di Yaman semakin memperkuat daya tarik emas di mata investor. Ketidakpastian geopolitik juga semakin diperburuk dengan pernyataan kontroversial dari Presiden terpilih Donald Trump, yang sempat mengungkapkan niatnya untuk menganeksasi Kanada, Terusan Panama, dan Greenland melalui media sosial.
Meskipun kenaikan imbal hasil obligasi AS memberi tekanan pada emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil, ketegangan geopolitik global memberikan alasan kuat bagi investor untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan alokasi mereka dalam emas. Dengan situasi ketidakpastian yang terus berlangsung, emas tetap menjadi pilihan utama bagi banyak investor yang mencari perlindungan dari potensi gejolak pasar.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
