0 0
Read Time:2 Minute, 23 Second

Berita:
Jakarta, 5 Januari 2025 โ€“ Harga emas diperkirakan akan mengalami tekanan yang lebih besar di tahun 2025, dengan potensi koreksi harga yang signifikan dalam waktu dekat. Ibrahim, seorang analis pasar yang berpengalaman, mengungkapkan bahwa harga emas kemungkinan besar akan menguji level support di US$ 2.560 per troy ounce pada minggu-minggu mendatang, meskipun ada kemungkinan penguatan harga mencapai US$ 2.667 per troy ounce.

Faktor utama yang menekan harga emas, menurut Ibrahim, adalah pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang lebih cepat dari ekspektasi pasar. Data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan signifikan memberikan sinyal bahwa perekonomian global, terutama di Tiongkok, akan mengalami penguatan. Hal ini seiring dengan kembalinya Donald Trump ke kursi kepresidenan Amerika Serikat. Meski demikian, kebijakan suku bunga yang diambil oleh Bank Sentral AS (The Federal Reserve) akan menjadi salah satu perhatian utama para pelaku pasar.

“Pada Februari mendatang, kami memprediksi The Federal Reserve hanya akan menurunkan suku bunga dua kali, bukan empat kali seperti yang diperkirakan sebelumnya. Keputusan ini bergantung pada laju inflasi yang terus menurun,” jelas Ibrahim.

Kebijakan Proteksionisme Trump dan Kekuatan Dolar AS
Ibrahim juga memperkirakan bahwa kebijakan proteksionisme yang kemungkinan akan diterapkan oleh Presiden Trump dapat memicu ketegangan perdagangan global, khususnya dengan negara-negara dengan surplus perdagangan besar seperti Tiongkok, Eropa, Kanada, dan Meksiko. Di samping itu, Trump juga dikabarkan berencana memberlakukan sanksi bagi negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan dolar AS dalam transaksi internasional.

Kebijakan tersebut, menurut Ibrahim, akan memperkuat indeks dolar AS yang diprediksi akan mencapai level tertinggi di 109,50 pada Januari, dan bisa menyentuh level 114 sepanjang 2025. “Penguatan dolar AS yang signifikan ini akan mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai,” tambah Ibrahim.

Lonjakan Imbal Hasil Obligasi dan Geopolitik Global
Selain itu, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga diprediksi akan menekan harga emas. Ketika imbal hasil obligasi meningkat, investor cenderung lebih memilih instrumen keuangan lainnya yang menawarkan pengembalian lebih tinggi daripada emas yang tidak menghasilkan bunga.

Ibrahim juga mencatat bahwa ketegangan geopolitik yang mereda, seperti potensi perdamaian antara Rusia dan Ukraina serta berkurangnya ketegangan di Timur Tengah, dapat mengurangi permintaan emas sebagai aset safe haven. Sebagai hasilnya, permintaan terhadap emas mungkin tidak sekuat sebelumnya, yang akan berimbas pada penurunan harga.

Tantangan Berat di Tahun 2025
Dengan berbagai faktor yang saling berinteraksi, Ibrahim menilai bahwa perdagangan emas di tahun 2025 akan menghadapi tantangan yang berat. Inflasi yang tinggi, penguatan tenaga kerja di AS, serta kemungkinan kenaikan suku bunga oleh bank sentral akan menambah tekanan pada harga emas.

“Perdagangan emas tahun ini akan sangat sulit. Berbagai dinamika ekonomi dan politik global akan memberikan tekanan besar pada harga emas, yang mungkin akan bergerak turun dalam beberapa bulan mendatang,” tandas Ibrahim.

Sebagai aset yang selama ini dianggap sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian, emas harus bersiap menghadapi tantangan baru di pasar global yang semakin dinamis dan terhubung.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *