0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Harga emas mengalami penurunan pada perdagangan Kamis, 9 Januari 2025, setelah mencapai puncak dalam empat minggu pada sesi sebelumnya. Koreksi harga ini terjadi akibat aksi ambil untung oleh investor, yang mulai mengalihkan perhatian mereka ke laporan pekerjaan yang akan dirilis pada Jumat, 10 Januari 2025. Laporan tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada 2025.

Direktur Kedia Commodities, Ajay Kedia, menyatakan, “Harga diperdagangkan dalam kisaran yang sempit dan ada beberapa aksi ambil untung. Pemicu baru diperlukan agar emas dapat menembus level resistance.”

Pada sesi terakhir, harga emas batangan sempat mencapai titik tertinggi hampir empat minggu setelah laporan ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan mengisyaratkan bahwa The Fed mungkin akan lebih berhati-hati dalam pelonggaran suku bunga pada 2025. Laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan pertumbuhan penggajian swasta AS yang melambat tajam pada Desember, yakni hanya 122.000, lebih rendah dari estimasi 140.000.

Pasar kini menantikan laporan pekerjaan AS pada Jumat untuk mendapatkan isyarat lebih lanjut mengenai kebijakan The Fed. Pada pertemuan terakhir, pembuat kebijakan The Fed sepakat bahwa inflasi akan terus melambat pada 2025, namun risalah dari pertemuan tersebut menunjukkan adanya risiko tekanan harga yang tetap kuat akibat dampak kebijakan Presiden Terpilih AS, Donald Trump, yang akan mulai menjabat pada 20 Januari 2025. Kebijakan tarif impor dan proteksionisme yang diusulkan Trump diperkirakan dapat memicu inflasi.

Meskipun emas batangan dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga tinggi dapat mengurangi daya tariknya karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. HSBC memperkirakan bahwa meskipun harga emas mungkin tetap kuat pada 2025, permintaan fisik yang berkurang dan pasokan yang lebih tinggi dapat mengekang reli harga emas.

Di sisi lain, dana yang diperdagangkan di bursa atau gold exchange-traded funds (ETF) emas yang didukung secara fisik mencatatkan arus masuk pertama dalam empat tahun, meskipun kepemilikan turun sebesar 6,8 metrik ton, menurut data dari World Gold Council.

Sementara itu, harga perak di pasar spot stabil pada USD 30,12 per ounce, harga platinum turun 0,3 persen menjadi USD 952,95, dan harga palladium susut 0,2 persen menjadi USD 926,50.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *