Kenaikan dolar AS diperkirakan akan berlanjut dalam waktu dekat, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve yang lebih agresif dibandingkan dengan bank-bank sentral lainnya, serta kebijakan pro-pertumbuhan yang mencakup pemotongan pajak. Hal ini akan mendukung penguatan greenback terhadap mata uang-mata uang G-10, termasuk euro, dolar Kanada, dan yen Jepang.
Menurut UBS, penguatan dolar AS adalah konsekuensi alami dari kebijakan ekonomi AS yang menstimulasi permintaan berlebih, suku bunga yang tinggi, dan mata uang yang lebih kuat. Sementara itu, negara-negara lain cenderung menurunkan suku bunga dan berfokus pada pertumbuhan ekonomi, sehingga memperburuk posisi mata uang mereka relatif terhadap dolar.
Untuk euro, UBS memperkirakan mata uang ini akan menghadapi tantangan besar pada 2025. Tiga faktor utama yang diperkirakan akan menekan euro adalah:
- Konvergensi suku bunga dengan mata uang berimbal hasil rendah lainnya seperti yen Jepang dan franc Swiss, yang akan meningkatkan daya tarik euro sebagai mata uang pendanaan.
- Ketidakpastian politik di zona euro, terutama terkait dengan pemilihan umum di Jerman yang berpotensi menambah risiko.
- Ancaman tarif AS yang dapat memperburuk ekonomi kawasan euro.
UBS memperkirakan bahwa EUR/USD akan berakhir di bawah paritas pada akhir tahun 2025, dengan nilai tukar diprediksi mencapai 0,990.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
