Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya setelah mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut. Kekuatan dolar ini terjadi di tengah ketidakpastian jelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump, dengan harapan bahwa pelantikan tersebut akan memberikan kejelasan mengenai kebijakan ekonomi AS yang akan datang.
Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, termasuk euro dan yen, tercatat naik 0,37% pada level 109,37. Euro mengalami penurunan 0,25% menjadi $1,0272, sementara terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,69% menjadi 156,19.
Namun, minggu ini, yen Jepang sempat menguat lebih dari 1% terhadap dolar, membalikkan penurunan yang terjadi pada pekan lalu, dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi satu bulan di 154,98 per dolar. Dolar kemudian kembali menguat 0,68% terhadap yen pada 156,165.
Pergerakan yen didorong oleh spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin pada pertemuan berikutnya. Sumber yang dikutip oleh Reuters mengatakan bahwa BOJ kemungkinan akan mempertahankan sentimen hawkish dan menaikkan suku bunga pada pekan depan. Dengan ekspektasi tersebut, yen diperkirakan akan mencatatkan kinerja mingguan terkuat dalam lebih dari sebulan.
Brad Bechtel, kepala global FX di Jefferies, menjelaskan bahwa meskipun BOJ kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga, perbedaan suku bunga yang masih sangat lebar antara AS dan Jepang membuat pergerakan signifikan dolar-yen tetap terbatas.
Sementara itu, dolar AS telah menguat dalam beberapa pekan terakhir karena lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS, mencerminkan ekspektasi bahwa kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Trump akan mendorong inflasi lebih tinggi di tengah kekuatan ekonomi AS yang terus berlanjut.
Namun, pasar obligasi mulai merespons dengan aksi jual setelah data inflasi inti AS yang lebih lemah pada Rabu, 3 Januari 2025. Selain itu, komentar dari Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, yang menyatakan bahwa kemungkinan ada tiga hingga empat kali penurunan suku bunga tahun ini, menyebabkan pasar meningkatkan taruhan mereka pada pemotongan suku bunga yang lebih agresif oleh The Fed.
Menyusul sentimen tersebut, dolar AS berada di bawah tekanan menjelang pelantikan Trump minggu depan, dengan pasar uang saat ini memperkirakan penurunan suku bunga AS sekitar 40 basis poin pada 2025.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
