0 0
Read Time:57 Second

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis, 23 Januari 2025, dengan posisi Rp 16.283 per dolar. Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan kurs rupiah, seiring dengan kebijakan luar negeri yang diambil oleh Presiden AS, Donald Trump.

Menurut pengamat forex Ibrahim Assuaibi, salah satu penyebab utama penguatan dolar adalah keputusan Trump yang berencana mengenakan tarif 10 persen pada impor dari Tiongkok mulai 1 Februari 2025. Di samping itu, Trump juga memperingatkan potensi pungutan pada Uni Eropa, yang semakin menambah ketidakpastian di pasar global.

Ibrahim memprediksi, meski dalam beberapa hari mendatang pergerakan rupiah masih akan fluktuatif, mata uang Indonesia tersebut cenderung akan terus melemah. “Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan akan berada di rentang Rp 16.270 – Rp 16.350 per dolar,” ujar Ibrahim dalam analisis rutinnya.

Pelemahan rupiah yang terjadi bersamaan dengan menguatnya indeks dolar AS menambah tantangan bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam hal impor barang dan defisit neraca perdagangan. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan kebijakan AS yang dapat memengaruhi sentimen pasar ke depan.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *