Perdagangan pasar saham Asia hari ini ditandai dengan pelemahan pada indeks Kospi dan Kosdaq. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,21%, sementara Kosdaq melemah 0,13%. Hal ini terjadi di tengah laporan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang hanya mencatatkan ekspansi sebesar 1,2% secara tahunan (YoY) pada kuartal keempat 2024. Angka ini menjadi yang terendah sejak kuartal kedua 2023, menunjukkan tantangan yang dihadapi perekonomian Korea Selatan.
Sementara itu, futures indeks Hang Seng Hong Kong bergerak positif, berada di angka 19.924, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks HSI di 19.778,77, memberikan sinyal optimisme pasar meskipun ada ketidakpastian yang sedang melanda kawasan tersebut.
Di Singapura, pasar mengantisipasi rilis data inflasi bulan Desember, yang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang tekanan harga di negara tersebut.
Perhatian juga tertuju pada Bank of Japan (BOJ) yang sedang menggelar pertemuan kebijakan moneter hingga Jumat mendatang. Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, telah memberikan sinyal bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga bisa terjadi, sebagai respons terhadap situasi ekonomi domestik.
Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat menunjukkan kinerja positif. Ketiga indeks utama ditutup menguat, dengan S&P 500 mencetak rekor intraday terbaru di level 6.100,81 sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih rendah di 6.086,37. Indeks ini naik 0,61% seiring dengan optimisme terhadap sektor teknologi, yang didorong oleh kemajuan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), terutama dari perusahaan-perusahaan besar seperti Oracle dan Nvidia.
Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,28% ke level 20.009,34, mencerminkan kinerja kuat sektor teknologi, yang menjadi pendorong utama indeks tersebut. Optimisme terhadap perkembangan teknologi terus mengangkat sentimen pasar, meskipun ada ketidakpastian ekonomi di Asia dan kawasan lainnya.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
