Nilai tukar rupiah mencatatkan penguatan beruntun selama lima hari berturut-turut, menandai penutupan yang menggembirakan pada akhir pekan ini. Pada Jumat (24/1/2025), rupiah tercatat menguat 0,65% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan ditutup pada level Rp 16.170/US$, dengan akumulasi apresiasi sepanjang pekan sebesar 1,16%.
Penguatan rupiah ini berhasil membalikkan pelemahan pekan sebelumnya yang mencapai 1,11%, sekaligus menandai posisi terkuatnya dalam dua minggu terakhir. Sentimen positif terhadap rupiah didorong oleh memudarnya tekanan indeks dolar AS, yang pada penutupan pekan tercatat turun 0,4% ke level 107, posisi terendah dalam dua bulan terakhir.
Penurunan indeks dolar AS ini terjadi sebagai respon terhadap ketidakpastian pasar yang kembali muncul setelah pidato Presiden AS, Donald Trump, di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF). Dalam pidatonya, Trump menekankan komitmennya untuk menanggulangi inflasi dan mendesak penurunan suku bunga acuan, yang menyebabkan pelaku pasar merespons dengan menjauhi dolar AS.
Kondisi ini memberikan angin segar bagi rupiah, yang mendapatkan dukungan dari meredanya tekanan terhadap mata uang global lainnya, serta meningkatnya optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Dengan penguatan ini, rupiah berhasil menutup pekan dengan kinerja positif dan mencatatkan rebound yang signifikan.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
