Pada perdagangan Rabu, 29 Januari 2025, bursa saham Jepang dan Australia mengalami penguatan, terdukung oleh kebangkitan pasar Wall Street. Sementara itu, beberapa bursa di Asia Pasifik dilaporkan tutup untuk merayakan libur Imlek 2025.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,41%, sementara indeks Topix mencatatkan kenaikan 0,42%, setelah sesi sebelumnya ditutup lebih rendah. Di sisi lain, Bank of Japan (BoJ) saat ini sedang memperdebatkan sejauh mana biaya pinjaman harus dinaikkan, karena inflasi masih tetap berada di atas target 2%. Kenaikan upah juga terus meluas seiring dengan kekurangan tenaga kerja yang terjadi.
BoJ baru-baru ini menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,5%, yang merupakan level tertinggi sejak 2008. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi yang terus meningkat.
Sementara itu, di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,87%, berbalik arah setelah sempat mengalami koreksi pada sesi sebelumnya. Data inflasi Australia menunjukkan kenaikan 0,2% pada kuartal Desember, dan 2,4% secara tahunan, sedikit lebih rendah dari ekspektasi ekonom yang memprediksi angka 2,5%. Meski demikian, angka inflasi tersebut masih menunjukkan tren kenaikan.
Di Wall Street, pasar AS berhasil pulih setelah mengalami aksi jual yang dipicu oleh tantangan yang ditimbulkan oleh perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, yang memengaruhi ekosistem AI di Amerika Serikat. Indeks S&P 500 naik 0,92% menjadi 6.067,70, dipimpin oleh kenaikan saham-saham teknologi. Indeks Nasdaq meroket 2,03% menjadi 19.773,59, setelah sempat terpuruk 3,1% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, indeks Dow Jones menambah 136,77 poin atau 0,31% menjadi 44.850,35.
Saham Nvidia juga menjadi sorotan, mencatatkan kenaikan 9% setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam yang menghapus hampir USD 600 miliar kapitalisasi pasar perusahaan tersebut. Selain itu, saham Broadcom dan Oracle turut mengalami kenaikan masing-masing sebesar 2,6% dan 3,6%, setelah koreksi tajam pada Senin pekan ini.
Secara keseluruhan, sentimen pasar menunjukkan optimisme kembali setelah aksi jual beberapa saham teknologi, dengan para investor fokus pada saham-saham raksasa seperti Nvidia, Broadcom, dan Oracle yang menunjukkan potensi pemulihan.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
