JAKARTA โ Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan Jumat (31/1/2025) waktu setempat, dengan indeks dolar naik 0,31 persen ke level 108,42. Penguatan ini menandai kenaikan 0,93 persen selama seminggu, mengakhiri penurunan dua minggu berturut-turut.
Sementara itu, dolar Kanada melemah, dan peso Meksiko menguat setelah Gedung Putih kembali menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump akan mengenakan tarif impor. Sebelumnya, Trump dikabarkan akan mengumumkan tarif baru pada impor Kanada dan Meksiko pada 1 Februari, tetapi menunda pemungutan bea hingga 1 Maret 2025, dengan pengecualian terbatas untuk beberapa impor.
Namun, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, membantah laporan yang beredar mengenai penundaan tersebut. Ia menyebutnya sebagai informasi palsu dan menegaskan bahwa bea masuk baru akan dipublikasikan pada 1 Februari dan segera diberlakukan.
Sementara itu, data terbaru dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) naik 0,3 persen pada Desember 2024, yang merupakan kenaikan terbesar sejak April 2024. Lonjakan belanja konsumen ini menambah spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan terburu-buru untuk melanjutkan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.
Pergerakan dolar AS ini sejalan dengan ketegangan terkait kebijakan tarif dan dinamika ekonomi global, yang memberikan dampak signifikan terhadap pasar mata uang.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
