Investor saham di Tokyo menunjukkan reaksi tajam terhadap pengumuman kebijakan tarif yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. Hal ini menyebabkan pergerakan indeks saham di Tokyo tergerus signifikan.
Indeks acuan Nikkei 225 sempat mengalami penurunan tajam lebih dari 1.100 poin, atau 2,8 persen, pada sesi perdagangan Senin pagi (3/2), sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita NHK. Indeks Nikkei ditutup pada level 38.520, turun 1.052 poin dibandingkan dengan penutupan pada Jumat (31/1). Penurunan ini menjadi yang pertama kali dalam sekitar tiga bulan terakhir di mana Nikkei turun lebih dari 1.000 poin dalam satu sesi.
Menurut sumber-sumber pasar, dampak penurunan harga saham tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi juga meluas ke negara-negara Asia lainnya. Sentimen negatif di kalangan investor semakin menguat seiring dengan indikasi tindakan balasan dari Kanada, Meksiko, dan Tiongkok terhadap kebijakan tarif AS.
Pasar saham Asia secara keseluruhan merespons dengan pesimisme, menanggapi ketegangan perdagangan global yang semakin meningkat akibat langkah-langkah proteksionis AS.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
