Saat ini, minat terhadap emas semakin meningkat, bukan hanya dari investor individu, tapi juga korporasi besar dan bahkan bank sentral. Tujuannya satu: menjaga nilai kekayaan tetap aman di tengah ketidakpastian global.
Menurut ekonom Commerzbank, Fritsch, bank sentral punya potensi besar untuk mendorong kenaikan harga emas lewat pembelian dalam jumlah masif. Ini bukan tanpa alasan. Kekhawatiran akan sanksi keuangan mendorong banyak negara, terutama negara berkembang, untuk memperkuat cadangan emas mereka.
Geopolitik Jadi Faktor Penggerak
Setelah invasi Rusia ke Ukraina di tahun 2022 dan sanksi ekonomi yang dijatuhkan, negara-negara berkembang mulai bergerak. Mereka khawatir akan dampak perdagangan global yang tidak menentu dan risiko terjebak dalam konflik antara negara adidaya. Goldman Sachs Research mencatat lonjakan signifikan dalam pembelian emas dari negara-negara ini sejak saat ini
