Harga perak (XAG/USD) melanjutkan tren kenaikannya sejak 9 September, diperdagangkan di sekitar $31 per ons Troy pada sesi Asia hari Senin. Kenaikan logam putih ini didorong oleh spekulasi yang meningkat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga jumbo sebesar 50 basis poin pada pertemuan kebijakan moneternya mendatang.
Permintaan perak juga mendapat dukungan dari melemahnya Dolar AS (USD) akibat turunnya imbal hasil Treasury AS. Sebagai komoditas yang bernilai dalam dolar, perak menjadi lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan terhadap logam mulia ini. Untuk melihat berbagai produk trading logam mulia dan layanan kami, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
US Dollar Index (DXY) diperdagangkan sekitar 100,81, dengan imbal hasil obligasi Treasury AS 2-tahun dan 10-tahun masing-masing berada di 3,58% dan 3,65%. Pasar masih terbagi mengenai skala pemangkasan suku bunga Fed. Menurut CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan 25 bps berada di 41%, sedangkan peluang pemangkasan 50 bps meningkat menjadi 59%, naik dari 50% sehari sebelumnya. Jangan lupa untuk mengikuti update berita pasar melalui Linktree resmi kami.
Selain faktor moneter AS, pasar juga menilai prospek permintaan perak dari China setelah indikator ekonomi yang beragam dirilis. Perak menjadi komoditas penting dalam berbagai aplikasi industri, termasuk elektronik, panel surya, dan komponen otomotif. Dengan China sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di dunia, permintaan industri perak dari negara tersebut tetap signifikan. Untuk mencoba strategi trading tanpa risiko, tersedia akun demo kami.
Dengan kombinasi dukungan kebijakan moneter AS, melemahnya dolar, dan permintaan industri global, perak tetap menjadi aset menarik bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum pasar logam mulia. Jangan lupa follow Instagram resmi kami untuk update pasar terkini.
