Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di atas $3.800 per ons pada Senin (29/9), terdorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya kekhawatiran terhadap penutupan pemerintah AS di tengah ketegangan geopolitik global.
Emas spot naik 1,5% menjadi $3.815,49 per ons, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 1% menjadi $3.845,70. Penurunan indeks dolar AS sebesar 0,2% turut membuat emas lebih menarik bagi pembeli non-AS.
Untuk analisis lengkap dan berita ekonomi terkini, kunjungi Newsmaker.id.
Analis independen Ross Norman menyebut emas saat ini “mencerminkan akumulasi seluruh ketakutan ekonomi dan politik,” di tengah meningkatnya risiko penutupan pemerintah AS. Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu para pemimpin Kongres untuk mencari kesepakatan pendanaan sebelum batas waktu Rabu.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik meningkat setelah Rusia meluncurkan ratusan drone dan rudal ke wilayah Kyiv dan sekitarnya pada Minggu, dalam salah satu serangan terbesar sejak invasi dimulai.
Sementara itu, data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang sesuai ekspektasi memperkuat keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada Oktober dan Desember mendatang.
Menurut analis UBS Giovanni Staunovo, “Dengan tren suku bunga yang akan terus turun, emas berpotensi menargetkan level $3.900 per ons.” Sejauh ini, harga emas telah naik 45% sepanjang tahun 2025, didukung pembelian besar oleh bank sentral, kenaikan investasi ETF emas, pelemahan dolar, serta meningkatnya minat investor ritel terhadap aset safe haven.
Ikuti pembaruan pasar logam mulia dan strategi trading harian di Instagram resmi Equityworld Praxis atau coba akun demo trading gratis di platform resmi.
