Harga emas dunia melemah pada Kamis (9/10) karena sebagian investor memilih membukukan keuntungan setelah reli tajam sebelumnya. Meski demikian, harga logam mulia ini tetap bertahan di atas US$ 4.000 per ons, didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve serta ketidakpastian global yang terus menjaga permintaan terhadap aset lindung nilai.
Untuk mengetahui lebih lanjut analisis pasar dan peluang investasi komoditas, kunjungi situs resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Harga perak juga mencatat momentum positif, menembus level psikologis penting US$ 50 per ons untuk pertama kalinya. Dorongan datang dari kuatnya permintaan investasi serta defisit pasokan global yang berkelanjutan. Pergerakan ini memperkuat pandangan bahwa pasar logam mulia tengah memasuki fase bullish yang solid, terutama di tengah tren pelemahan dolar AS.
Ikuti perkembangan harga emas, perak, dan komoditas lainnya melalui kanal media sosial resmi kami di Linktree EWF Praxis.
Data menunjukkan emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.018,40 per ons, sementara kontrak berjangka Desember melemah 0,9% ke US$ 4.032,30. Menurut Tai Wong, pedagang logam independen, aksi ambil untung dipicu oleh kabar gencatan senjata di Gaza yang menurunkan ketegangan geopolitik. Ia menilai reli cepat ini membuat area US$ 3.850 menjadi zona dukungan potensial untuk harga emas selanjutnya.
Ingin memahami dinamika harga komoditas secara langsung? Coba akun demo kami di EWF Demo Trading untuk simulasi strategi investasi Anda.
Sepanjang tahun, emas batangan telah melonjak lebih dari 54%, didorong oleh pembelian besar-besaran dari bank sentral, meningkatnya arus masuk ETF, serta kekhawatiran atas inflasi dan tarif global. Risalah The Fed yang dirilis Rabu menunjukkan para pejabat melihat risiko tinggi pada pasar tenaga kerja, memperkuat peluang pemangkasan suku bunga lanjutan sebesar 25 basis poin.
Baca juga berita dan analisis ekonomi terbaru di portal NewsMaker.id untuk pembaruan harian seputar tren emas dan pasar global.
