Harga perak (XAG/USD) mengalami pelemahan di sesi Amerika Serikat setelah sempat reli tajam di awal perdagangan Selasa (14/10). Pada sesi Asia, logam mulia ini sempat menembus rekor intraday di $53,60 sebelum aksi ambil untung menekan harga lebih rendah. Penguatan dolar AS menjelang pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, turut menambah tekanan. Pelaku pasar menilai reli cepat membuat perak rentan terhadap koreksi jangka pendek sambil menanti petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Ikuti pembaruan harian mengenai harga perak dan emas melalui Instagram resmi Equityworld Praxis Surabaya agar tidak ketinggalan perkembangan pasar terkini.
Sentimen risk-off masih mendominasi pasar global setelah meningkatnya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok. Kedua negara mulai memberlakukan biaya pelabuhan timbal balik yang berpotensi meningkatkan biaya logistik global dan memicu kecemasan inflasi. Arus permintaan aset lindung nilai sempat menopang harga perak, namun penguatan dolar AS menahan momentum tersebut ketika investor menimbang apakah Powell akan menegaskan potensi pemangkasan suku bunga di masa mendatang.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan dan profil perusahaan kami, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Ke depan, volatilitas harga perak diperkirakan tetap tinggi karena pengaruh beberapa faktor makro, termasuk arah kebijakan The Fed, tensi dagang global, serta keterlambatan data ekonomi resmi akibat penutupan sementara pemerintahan AS. Jika Powell memberikan sinyal dovish dan dolar melemah, harga perak berpotensi kembali menguji level tertingginya. Sebaliknya, nada hawkish bisa memperdalam fase konsolidasi di sesi berikutnya.
Untuk mencoba simulasi perdagangan logam mulia secara langsung, Anda dapat membuka akun demo di https://demo.ew-futures.com/login.
Dan untuk berita pasar terkini lainnya, kunjungi portal kami di Newsmaker.id atau akses seluruh kanal resmi kami melalui Linktree Equityworld Praxis.
