Harga emas memperpanjang penurunannya pada Rabu (22/10), setelah mencatat penurunan harian terdalam sejak 2020 pada sesi sebelumnya. Setelah sempat rebound di awal perdagangan, logam mulia ini kembali tertekan akibat aksi ambil untung dan penguatan dolar AS yang membuat emas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal. Emas spot turun 1,4% ke US$4.067,31 per ons, sementara kontrak berjangka Desember melemah 0,7% ke US$4.081,30 per ons.
Untuk mengetahui analisis terkini dan peluang investasi di tengah dinamika pasar global, kunjungi situs resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya yang menyediakan beragam produk dan informasi seputar perdagangan berjangka.
Kinerja dolar AS yang kuat, tercermin dari Indeks Dolar (DXY) yang bertahan di dekat level tertinggi sepekan, menjadi salah satu faktor utama penekan harga emas. Pada hari Selasa sebelumnya, harga emas sempat anjlok 5,3% setelah menyentuh rekor US$4.381,21 per ons, namun sepanjang tahun ini emas masih mencatat kenaikan sekitar 54%, didorong ketidakpastian geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga AS, dan arus masuk ETF yang stabil.
Ikuti pembaruan harian seputar pergerakan pasar dan strategi investasi melalui Linktree EWF Praxis untuk akses cepat ke seluruh kanal sosial media resmi kami.
Analis Ricardo Evangelista dari ActivTrades menyatakan bahwa reli kuat dalam beberapa pekan terakhir telah mendorong emas masuk wilayah overbought, sehingga banyak trader mengambil langkah ambil untung. Secara teknikal, emas masih ditopang oleh moving average 21 hari di sekitar US$4.005, yang menjadi area penting untuk menguji kekuatan tren harga.
Tertarik mencoba simulasi perdagangan emas dan komoditas lainnya secara langsung tanpa risiko? Coba akun demo kami di https://demo.ew-futures.com/login dan rasakan pengalaman trading dengan kondisi pasar nyata.
Investor kini menantikan rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Jumat, yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Menurut jajak pendapat Reuters, The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pekan depan dan kembali menurunkannya pada Desember. Di sisi geopolitik, penundaan rencana KTT antara Presiden Trump dan Presiden Putin, serta ketidakpastian pertemuan dengan Presiden Xi Jinping, turut menambah ketegangan pasar.
Untuk kabar ekonomi global lainnya, kunjungi portal berita kami di Newsmaker ID atau ikuti pembaruan langsung di Instagram EWF Praxis Official.
