0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Harga minyak dunia mencatat kenaikan tipis pada Jumat (24/10), memperpanjang reli dari sesi sebelumnya dan berada di jalur penguatan mingguan. Kenaikan ini didorong oleh sanksi Amerika Serikat terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia yang menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan global. Kontrak berjangka Brent naik 13 sen (0,2%) ke $66,12 per barel, sedangkan WTI AS menguat 6 sen (0,1%) ke $61,85.

Untuk mempelajari lebih jauh analisis pasar energi dan strategi investasi komoditas, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya dan temukan berbagai produk serta layanan profesional kami.

Menurut analis komoditas Giovanni Staunovo dari UBS, pasar masih dalam fase menunggu dan melihat dampak nyata dari sanksi baru terhadap arus pasokan minyak Rusia. Kedua acuan minyak utama dunia ini melonjak lebih dari 5% pada Kamis setelah pengumuman sanksi dan diperkirakan naik sekitar 7% secara mingguan, menjadi kenaikan terbesar sejak pertengahan Juni.

Ikuti analisis dan pembaruan harian mengenai minyak dan komoditas lain di Instagram resmi Equityworld Praxis Surabaya agar tidak ketinggalan berita dan peluang pasar terkini.

Selain itu, pasar juga memperhatikan perubahan struktur harga yang kini kembali ke kondisi backwardation — di mana harga kontrak pengiriman jangka pendek lebih tinggi dibanding jangka panjang. Perubahan ini menunjukkan kekhawatiran pedagang beralih dari risiko kelebihan pasokan menuju potensi kekurangan pasokan global, memicu strategi jual pada kontrak bulan dekat yang lebih menguntungkan.

Untuk mencoba pengalaman trading langsung tanpa risiko, Anda dapat membuka akun demo di platform demo resmi Equityworld Futures dan mengasah strategi Anda dengan kondisi pasar real-time.

Sanksi terbaru dijatuhkan Presiden Donald Trump terhadap Rosneft dan Lukoil, dua raksasa minyak Rusia yang secara gabungan menyumbang lebih dari 5% produksi minyak global. Langkah ini dimaksudkan untuk menekan Presiden Vladimir Putin agar mengakhiri perang di Ukraina. Menurut data energi AS, Rusia merupakan produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat pada 2024.

Selain isu pasokan, investor juga menantikan pertemuan Trump dan Xi Jinping pekan depan yang diharapkan dapat meredakan ketegangan dagang panjang antara AS dan Tiongkok. Untuk berita ekonomi dan energi global lainnya, kunjungi portal berita resmi kami di Newsmaker.id dan dapatkan insight mendalam tentang pergerakan harga minyak dan peluang investasi komoditas dunia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *