0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Emas Naik Tiga Hari Beruntun, Tembus Lagi US$5.000 Usai Aksi “Buy the Dip”

 

Harga emas kembali menguat untuk hari ketiga berturut-turut dan menembus kembali level US$5.000 per ounce, seiring aksi buy the dip yang mulai muncul setelah koreksi tajam dari rekor tertinggi bulan lalu. Pada perdagangan pagi di Asia, emas spot sempat menguat hingga 1,2%.

 

Pemulihan ini terjadi setelah kejatuhan besar pekan lalu yang mengguncang pasar logam mulia. Meski telah bangkit dalam dua sesi terakhir, harga emas pada Rabu masih ditutup sekitar 11% di bawah puncak 29 Januari, namun tetap mencatatkan kenaikan sekitar 15% secara year-to-date—menunjukkan bahwa volatilitas tinggi masih menjadi tema utama pasar.

 

Perak juga ikut menguat dan kembali berada di atas US$90 per ounce. Sebelumnya, perak mencatat penurunan harian terbesar sepanjang sejarah, sementara emas mengalami kejatuhan terdalam sejak 2013. Kondisi tersebut memicu gelombang besar reposisi portofolio dan manajemen risiko di kalangan pelaku pasar.

 

Meski demikian, banyak investor menilai bahwa fondasi utama reli bulan lalu belum sepenuhnya hilang. Faktor-faktor seperti minat spekulatif, ketegangan geopolitik, serta isu independensi bank sentral masih menjadi penopang utama. Bahkan, sejumlah manajer investasi yang sempat mengurangi eksposur sebelum kejatuhan harga kini dilaporkan mulai “mengintai” peluang masuk kembali ketika harga terlihat lebih stabil.

 

Sejumlah bank besar juga tetap optimistis terhadap prospek emas. Beberapa masih mempertahankan target US$6.000 per ounce, sementara lainnya melihat potensi risiko kenaikan menuju kisaran US$5.400 hingga akhir tahun—meski menegaskan bahwa pergerakan ke depan akan penuh guncangan, mengingat sensitivitas pasar terhadap dolar AS dan suku bunga.

 

Fokus pasar kini tertuju pada kebijakan suku bunga AS, terutama setelah Kevin Warsh dinominasikan sebagai Ketua The Fed berikutnya. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung emas, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

 

Pada pukul 07.50 waktu Singapura, emas spot tercatat naik 1,2% ke US$5.022,61 per ounce, sementara perak menguat 2,3% ke US$90,20.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *