0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

Harga Minyak Turun Setelah Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Digelar di Oman

 

Harga minyak dunia turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir setelah Iran mengonfirmasi akan menggelar perundingan dengan Amerika Serikat pada Jumat di Oman. Kepastian ini sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi serangan militer ke Iran—salah satu produsen utama OPEC—yang sebelumnya mendorong kenaikan risk premium di pasar minyak.

 

Kontrak West Texas Intermediate (WTI) melemah menuju US$64 per barel, setelah mencatatkan kenaikan kumulatif sekitar 4,8% dalam dua sesi sebelumnya. Sementara itu, Brent ditutup di sekitar US$69 per barel pada perdagangan Rabu.

 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi melalui media sosial bahwa pertemuan akan berlangsung di Oman, sekaligus mengakhiri spekulasi terkait lokasi negosiasi. Meski demikian, perbedaan pandangan mengenai parameter pembicaraan membuat peluang tercapainya kesepakatan cepat masih belum jelas—terlebih di tengah ketegangan kawasan yang menyuplai sekitar sepertiga pasokan minyak dunia.

 

Situasi ini membuat risk premium pada harga minyak belum sepenuhnya hilang. Sepanjang tahun ini, harga minyak mulai bangkit setelah tertekan pada paruh kedua 2025, ketika pasar dibayangi kekhawatiran surplus pasokan global.

 

Fokus Pasar: Ukraina, Rusia, dan Energi

 

Selain isu Iran, pelaku pasar juga mencermati perkembangan perundingan damai Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan proses tersebut bisa terganggu akibat serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina. Ia juga meminta Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan bantuan senjata guna menekan Moskow agar mengakhiri perang.

 

Stok Minyak AS Turun, Tapi di Bawah Ekspektasi

 

Dari sisi fundamental, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS turun ke level terendah dalam satu bulan. Namun, penurunannya lebih kecil dari ekspektasi pasar, yang sebelumnya memperkirakan penurunan lebih dalam.

 

Harga Terakhir:

 

WTI (pengiriman Maret): turun 1,1% ke US$64,40/barel (07.51 waktu Singapura)

 

Brent (penyelesaian April): ditutup naik 3,2% ke US$69,46/barel pada Rabu

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *