Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Moody’s Pangkas Rating RI, BI: Fundamental Sektor Keuangan Kuat! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Penetapan ini dikeluarkan setelah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia..
Moody’s juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers..
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Alexander Lubis menuturkan penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia.
Adapun, revisi outlook dipengaruhi oleh pandangan Moody’s akan risiko dari penurunan kepastian kebijakan, yang apabila berlanjut dapat berimplikasi terhadap kinerja perekonomian..
“BI memandang penyesuaian ini tidak mencerminkan pelemahan fundamental Indonesia,” tegas Alexander dalam Editor’s Briefing di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2/2026)..
Dia juga memastikan rilis Moody’s ini tidak akan menekan perbankan Tanah Air, termasuk dari sisi likuiditas. Selain itu, penyaluran kredit..
Moody’s menilai bahwa defisit fiskal diperkirakan tetap akan berada di bawah 3% PDB, sementara kebijakan moneter dipandang akan terus mendukung stabilitas inflasi.
“Kita lihat sangat baik di perbankan kita. Selain itu, ke depan, kita lihat dapat meningkatkan kinerja perbankan kita,” paparnya..
“Dari SSK fundamental kita masih sangat kuat, artinya ke depan kita masih dengan tetap ‘data dependent’ dengan data yang kita observasi itu, (BI) masih mengarah stance kita pro-growth,” tegas Alexander..
Seperti diketahui, Indonesia sukses mencetak pertumbuhan 5,39% pada kuartal IV-2025. Selain itu, mempertahankan pertumbuhan tahunan di level 5%, tepatnya 5,11%.
Demikian pula, dari sisi stabilitas sistem keuangan (SSK), rasio permodalan mencapai 26%. Selain itu, AL/DPK di level 28% pada akhir 2025..
Namun demikian, menurut Moody’s, Indonesia masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan basis penerimaan, yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makro. Selain itu, keuangan.
Dalam hal ini, Moody’s mengapresiasi upaya Pemerintah untuk mendorong penerimaan antara lain melalui peningkatan efisiensi administrasi perpajakan. Selain itu, kepabeanan..
Dalam rilisnya, Moody’s menyoroti beberapa hal penting yakni defisit fiskal. Selain itu, penerimaan negara.
Selain itu, Moody’s melihat kurangnya penjelasan dari pemerintah. Selain itu, lembaga pengelola investasi baru, yakni Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara)..
Menurutnya, BI akan selalu menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, inflasi.
Alexander pun tidak melihat penyesuaian rating Moody’s ini akan mendorong capital outflow hingga depresiasi nilai tukar. Selain itu, inflasi.
Menurutnya, fundamental RI dari sisi pertumbuhan ekonomi cukup baik.
Pontianak, CNBC Indonesia – Moody’s mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2. Selain itu, melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
Perkembangan terkait Moody’s Pangkas Rating RI, BI: Fundamental Sektor Keuangan Kuat! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Pasar Eropa Memulai Pekan Ini dengan Kenaikan; Penurunan Ekspor Jerman
- 📈 Saham Jepang Menguat, Sektor Real Estat & Bank Jadi Penopang
