Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.780 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal IV-2025 sekaligus capaian setahun penuh, yang dijadwalkan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada sore hari..
Penguatan ini melanjutkan tren dari penutupan perdagangan sebelumnya, ketika DXY naik 0,18%..
Proyeksi tersebut lebih tinggi dibanding realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal sebelumnya yang sebesar 5,04% yoy.
Dolar juga mendapat dukungan seiring pasar menakar musim laporan keuangan korporasi di AS. Selain itu, pergeseran sentimen ke aset yang lebih defensif (risk-off)..
// .
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan rupiah terpantau terdepresiasi 0,09% ke posisi Rp16.780/US$.
Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (5/2/2026), jelang pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025..
Hasil rilis ini dinilai akan memengaruhi persepsi pasar terhadap kekuatan fundamental ekonomi domestik, yang pada akhirnya tercermin pada pergerakan rupiah..
Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi/lembaga, ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 diproyeksikan tumbuh 5,23% secara tahunan (year-on-year/yoy). Selain itu, 0,72% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq)..
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB berada di zona hijau dengan penguatan 0,04% ke level 97,654.
Pelaku pasar pun masih memperkirakan bank sentral AS akan menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya, sehingga arah dolar tetap menjadi salah satu penentu utama pergerakan mata uang global..
Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan akan dipengaruhi kombinasi sentimen internal. Selain itu, eksternal.
Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup terkoreksi tipis 0,06% ke level Rp16.765/US$..
Dari eksternal, dolar AS cenderung stabil di awal perdagangan Asia menjelang keputusan suku bunga dari Bank Sentral Eropa (ECB). Selain itu, Bank of England (BoE), yang diperkirakan akan menahan suku bunga..
Penguatan DXY mengindikasikan meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di pasar global, yang pada akhirnya dapat menambah tekanan pada mata uang lain, termasuk rupiah..
Perkembangan terkait Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.780 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Pasar Saham Asia Rally dari Sinyal Dovish the Fed; Dolar AS Turun
- Prospek Reksadana Saham Berbasis Dolar AS di Tahun 2024
