0 0
Read Time:2 Minute, 33 Second

Reksadana saham berbasis dolar Amerika Serikat (AS) dipandang memiliki prospek kinerja yang menarik untuk tahun 2024. Perekonomian AS yang membaik diyakini akan memberikan dampak positif bagi reksadana saham global yang berdenominasi dolar AS.

Menurut Direktur Panin Asset Management (Panin AM), Rudiyanto, prospek kinerja reksadana saham berbasis dolar AS tahun ini terlihat baik. Optimisme ini didukung oleh potensi penurunan suku bunga acuan Amerika yang diperkirakan akan terjadi dalam tahun ini.

Rudiyanto menyoroti bahwa kondisi suku bunga acuan AS akan menjadi pembeda signifikan antara pasar tahun 2023 dan 2024. Di tahun lalu, tingkat suku bunga acuan cenderung tinggi akibat dari tingkat inflasi yang tak sesuai harapan. Namun, tahun ini, ada indikasi penurunan suku bunga acuan yang mulai terlihat.

“Pemangkasan suku bunga acuan AS yang diperkirakan terjadi di akhir tahun 2024 dinilai akan menjadi sentimen positif bagi reksadana berbasis dolar AS, baik yang berinvestasi di Indonesia maupun di pasar global,” ujar Rudiyanto kepada Kontan.co.id.

Rudiyanto juga menjelaskan bahwa penurunan suku bunga acuan berkorelasi positif terhadap pergerakan harga saham, khususnya saham sektor teknologi, yang merupakan saham utama dalam reksadana saham dolar AS. Namun, dia juga mengingatkan bahwa sentimen terhadap saham Artificial Intelligence (AI) saat ini tetap perlu diwaspadai terkait dengan volatilitasnya.

Eri Kusnadi, Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM), sependapat bahwa meskipun ekonomi AS diprediksi melambat tahun ini, reksadana saham berdenominasi dolar AS masih memiliki potensi untuk memberikan pengembalian yang positif di tahun 2024.

“Pelaku pasar perlu mewaspadai beberapa risiko seperti tertundanya penurunan suku bunga, penurunan ekonomi yang terlalu dalam, dan risiko dari Pemilu Presiden Amerika Serikat tahun 2024,” kata Eri kepada Kontan.co.id.

Meskipun demikian, Eri menilai bahwa ekonomi AS masih menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang solid, terutama setelah data ekonomi kuartal IV-2023 yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih memiliki potensi positif untuk memberikan kinerja yang baik, terutama bagi saham-saham di sektor teknologi.

Portofolio Produk Unggulan

Salah satu produk unggulan reksadana saham berbasis dolar AS adalah Batavia Technology Sharia Equity USD, kelolaan Batavia Prosperindo AM. Produk ini fokus pada saham-saham sektor teknologi seperti Microsoft Corp, Nvidia Corp, dan Amazon.Com Inc, dengan potensi pertumbuhan yang signifikan.

Pada tahun 2023, Batavia Technology Sharia Equity USD mencatatkan return sebesar 45%, meskipun sedikit di bawah benchmark S&P Global 1200 Shariah Information Technology (Sector) Index yang mencatatkan return 50%. Pada Januari 2024, produk ini juga masih mempertahankan performa positif dengan return sebesar 3,08% year to date (ytd).

Sementara itu, Panin Global Sharia Equity Fund, kelolaan Panin AM, juga menonjol dengan komposisi asetnya yang terdiri dari saham-saham besar AS seperti Apple, Microsoft Corp, Nvidia Corp, dan Tesla. Fund ini mencatatkan return sebesar 8,36% year to date (ytd) per Februari 2024, mengalahkan kinerja benchmark S&P 500 Shariah yang sebesar 6,37% dalam periode yang sama.

Kedua produk ini menunjukkan bahwa reksadana saham berbasis dolar AS tetap menarik untuk dipertimbangkan sebagai bagian dari diversifikasi portofolio investasi, terutama dengan potensi kinerja yang positif di tengah dinamika pasar global yang berubah-ubah.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *