0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 9 Tahun Beruntun Rugi, Hypermart (MPPA) Kini Kekurangan Modal yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kerugian tersebut terjadi di tengah kenaikan pendapatan menjadi Rp7,25 triliun dari sebelumnya Rp7,11 triliun.

Sementara di tahun 2024, perseroan membukukan rugi sebesar Rp118,1 miliar..

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten ritel pengelola jaringan Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) terus mencatatkan kerugian bersih selama sembilan tahun beruntun sejak 2017 hingga 2025..

Hal ini terlihat dari pertumbuhan penjualan yang moderat. Selain itu, peningkatan margin melalui pengelolaan biaya yang disiplin serta perbaikan strategi merchandising..

Merujuk pada laporan keuangan terbaru dikutip dari keterbukaan informasi BEI, rugi tahun berjalan emiten Grup Lippo ini per Desember 2025 tercatat bengkak menjadi sebesar Rp152,21 miliar.

Akibat rugi selama 9 tahun berturut-turut, MPPA membukukan akumulasi saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp2,95 triliun per 31 Desember 2026.

CEO MPPA Adrian Suherman menyampaikan, tahun 2025 mencerminkan penguatan fundamental MPPA.

Dengan begitu, defisiensi modal atau ekuitas negatif MPPA tercatat sebesar Rp2,24 miliar..

Asal tahu saja, emiten ini tercatat sudah tidak pernah membukukan laba bersih sejak tahun 2016, yang mana kala itu laba bersih perusahaan tercatat senilai Rp 38,48 miliar, menurun signifikan dari catatan tahun 2015. Selain itu, 2014 yang masing-masing mencapai Rp 222 miliar dan RP 574 miliar..

Adapun penjualan konsinyasi tercatat sebesar Rp448,80 miliar.

Pendapatan MPPA dikontribusi oleh penjualan langsung sebesar Rp7,16 triliun.

Respons positif terhadap inisiatif rebranding semakin memperkuat keyakinan kami bahwa upaya ini akan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan. Selain itu, menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” jelas Suherman, dikutip keterbukaan informasi BEI, Rabu, (18/2/2026)..

Adapun beban pokok penjualannya ikut meningkat menjadi Rp5,98 triliun..

“Kami terus berinvestasi pada inisiatif yang mendukung transformasi jangka panjang.

Perkembangan terkait 9 Tahun Beruntun Rugi, Hypermart (MPPA) Kini Kekurangan Modal akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *