Harga minyak mentah terkoreksi tajam pada perdagangan Selasa (10/3) setelah pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan langkah intervensi kebijakan untuk meredam lonjakan harga energi akibat konflik Iran. Minyak Brent tercatat turun sekitar 6,45% ke level US$92,58 per barel, sementara WTI melemah 7,03% ke kisaran US$87,74 per barel setelah sebelumnya mengalami volatilitas tinggi.
Penurunan harga dipicu oleh meningkatnya ekspektasi bahwa otoritas global tidak akan tinggal diam menghadapi risiko gangguan pasokan energi. Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, dikabarkan mengadakan pertemuan luar biasa untuk mengevaluasi kondisi pasar energi. Di saat bersamaan, negara-negara G7 mendorong pembahasan mengenai opsi pelepasan stok minyak darurat apabila situasi memburuk.
Pantau update pasar, edukasi trading, dan informasi ekonomi terkini melalui Instagram Equityworld Praxis atau akses seluruh kanal resmi perusahaan melalui Linktree Equityworld Praxis.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran sanksi terkait sektor minyak dan membuka peluang dialog dengan Iran. Pemerintah AS juga disebut mempertimbangkan pengawalan tanker minyak melalui Selat Hormuz guna menjaga stabilitas jalur distribusi energi global. Meski demikian, belum adanya rincian mekanisme maupun waktu implementasi membuat pasar masih mempertahankan premi risiko terhadap harga energi.
Walaupun mengalami tekanan besar dalam sesi perdagangan kali ini, harga minyak masih mendapat dukungan dari gangguan fisik pasokan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hambatan pengiriman di Selat Hormuz menyebabkan arus ekspor tersendat, sementara beberapa produsen energi kawasan mulai melakukan penyesuaian produksi untuk mengelola tekanan logistik dan kapasitas penyimpanan.
Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan fokus pada tiga faktor utama, yakni keputusan konkret terkait pelepasan cadangan minyak strategis, tanda-tanda normalisasi aktivitas tanker di Selat Hormuz, serta dampak pemangkasan produksi terhadap rantai pasok energi global. Selama indikator tersebut belum menunjukkan perbaikan yang konsisten, volatilitas harga minyak diperkirakan masih akan tetap tinggi.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan trading dan produk investasi dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi transaksi melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan juga berita ekonomi dan market update terbaru melalui Newsmaker Indonesia.
