Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 45.866 Investor Nyangkut di Sritex (SRIL), Ada Lo Kheng Hong Rp30 M yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Menurut pernyataan, “Persetujuan penghapusan pencatatan Efek Perseroan ini tidak menghapuskan kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi oleh Perseroan kepada pasar modal,” kata BEI dam pengumumannya..
Jakarta, EWF Praxis – perusahaan tercatat menurut pernyataan, “raja tekstil” PT Sri Rejeki Isman Tbk.
Di antaranya, ada investor kakap Lo Kheng Hong.
I-N, entitas bisnis tercatat harus melaksanakan buyback efek ekuitas.
Sritex sendiri memiliki rekam jejak panjang di pasar modal.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 pada Januari 2025, jumlah kepemilikan masyarakat di SRIL sebanyak delapan.158.734.000 atau setara 39,89%.
Adapun jumlah investor hingga akhir bulan Maret 2026 mencapai 45.866 pemegang efek ekuitas..
Sementara masa pelaksanaan buyback perusahaan tercatat yang delisting ditetapkan mulai sebelas periode Mei hingga sembilan periode November 2026..
Data terkini menunjukkan bahwa sRIL beserta tujuh belas perusahaan tercatat lainnya akan resmi hengkang dari BEI pada sepuluh November lalu mendatang Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Data terkini menunjukkan bahwa hal ini terungkap usai PT Kustodian Sentral Efek Nusantara (KSEI) membuka data kepemilikan efek ekuitas di atas satu%..
Dampak dari Hal ini disebabkan oleh itu, investor yang berikut pernyataannya: “nyangkut” di efek ekuitas-efek ekuitas delisting termasuk SRIL, harus mencermati keterbukaan informasi masing-masing entitas bisnis tersebut. Adalah Oleh.
Data terkini menunjukkan bahwa bEI menegaskan bahwa entitas bisnis tercatat yang telah diputuskan delisting tetap memiliki kewajiban sebagai entitas bisnis tercatat, sampai dilakukannya efektif delisting sebagaimana ditetapkan oleh pasar modal..
Dengan harga efek ekuitas SRIL sebesar 146 per efek ekuitas, kepemilikan Pak Lo di SRIL setara dengan dana sebesar Rp30 ,56 miliar dana milik LKH yang saat ini tersangkut di Sritex. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Menurut sumber terpercaya, bEI menetapkan tanggal sepuluh periode Mei 2026 menjadi batas penyampaian Keterbukaan Informasi buyback. Selain itu, mulai pelaksanaan buyback oleh para perusahaan tercatat delisting Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Per 27 Februari lalu 2026, pria yang akrab disapa Pak Lo itu tercatat menggenggam efek ekuitas Sritex sebanyak 209.339.500 unit sekitar satu,02% dari efek ekuitas yang beredar di publik.
Dampak dari Hal ini disebabkan oleh mengalami pailit. Adalah Sritex seperti yang dikutip, “ditendang” PT pasar modal Efek Nusantara (BEI),.
Selanjutnya, sesuai dengan Peraturan pasar modal No.
Dari hasil penelusuran, dalam kondisi banyak investor yang memegang SRIL., maka Lantas tak heran.
(SRIL) alias Sritex menjadi salah satu dari delapan belas perusahaan tercatat yang diputuskan delisting dari pasar modal RI.
Keputusan pasar modal ini merujuk kriteria delisting yang tertera pada Pengumuman pasar modal terkait Penghentian Sementara, Pengumuman pasar modal nomor Peng-00003/BEI.PLP/dua belas-2025 tanggal 30 Desember lalu 2025 perihal Potensi Delisting entitas bisnis Tercatat;. Selain itu, berdasarkan Peraturan pasar modal Nomor I-N tentang Pembatalan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) efek ekuitas di pasar modal..
Mendahului akhirnya terjerat masalah keuangan, terjadi entitas bisnis itu menjadi salah satu pemain besar di industri tekstil nasional Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Perkembangan terkait 45.866 Investor Nyangkut di Sritex (SRIL), Ada Lo Kheng Hong Rp30 M akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Euro Menuju Penurunan Mingguan Ketujuh, Tertekan Data PMI dan Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga ECB
- Prospek Harga Emas Pasca Pemangkasan Suku Bunga The Fed
