0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Euro mengarah menuju penurunan mingguan ketujuh dalam delapan minggu terakhir setelah data PMI dari dua ekonomi terbesar di kawasan euro meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga besar-besaran oleh Bank Sentral Eropa (ECB) pada bulan depan.

Pada perdagangan Jumat (22/11), EUR/USD turun 1,3% ke level 1,0335, yang merupakan level terendah sejak November 2022, sebelum sempat memangkas kerugian. Pedagang mencatat terjadinya entri stop besar pada level 1,0440, 1,0400, dan 1,0350 setelah eksposur opsi digital mulai aktif.

Euro mengalami penurunan tiga hari terburuknya sejak September 2022, dengan tidak ada dukungan teknis kuat hingga mencapai level Fibonacci $1,0201. Aktivitas bisnis kawasan euro secara tak terduga menyusut pada bulan November, yang menunjukkan dampak dari ketegangan politik dan perselisihan perdagangan yang meningkat.

Pasar kini memperkirakan peluang 50% untuk pemangkasan suku bunga setengah poin pada pertemuan ECB bulan depan, lonjakan signifikan dari sekitar 15% pada hari Kamis lalu. Volatilitas juga meningkat tajam, dengan volatilitas tersirat EUR/USD satu minggu naik 147 basis poin menjadi 9,80%, yang merupakan level tertinggi sejak 6 November.

Sementara itu, dolar AS menguat terhadap mata uang Grup-10 lainnya setelah ketegangan di Ukraina memicu permintaan untuk aset safe haven. Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,7% ke level tertinggi siklus baru, mengarah pada kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut.

Dolar Selandia Baru juga merosot ke level terendah dalam dua tahun terhadap dolar Australia menjelang pertemuan RBNZ yang dijadwalkan minggu depan. AUD/NZD naik 0,6% menjadi 1,1180 sebelum akhirnya memangkas sebagian kenaikan.

Sementara itu, USD/JPY sedikit berubah pada 154,46 setelah data menunjukkan bahwa harga konsumen di Jepang, tanpa memasukkan makanan segar dan energi, naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Oktober. Hal ini memicu spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) mungkin akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember.

GBP/USD juga turun 0,8% menjadi 1,2494, terendah sejak Mei, setelah sektor swasta Inggris melambat dari pertumbuhan yang solid menjadi stagnasi, terpengaruh oleh anggaran fiskal yang kurang mendapat dukungan.

Pergerakan ini mencerminkan ketidakpastian yang semakin meningkat terkait kebijakan moneter global, serta dampak dari ketegangan geopolitik yang terus berlanjut.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *