0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Harga emas diprediksi akan mengalami koreksi dan mungkin menjadi lebih murah setelah pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) pada rapat FOMC yang berlangsung 17-18 September 2024. Namun, secara jangka panjang, pemangkasan suku bunga di AS diperkirakan dapat mengangkat harga logam kuning untuk kembali reli dalam 6-12 bulan mendatang, atau pada tahun 2025.

Menurut analisis historis dari ahli strategi di Market Index, Kerry Sun, harga emas mencapai rekor baru di level US$2.516 per ons, didorong oleh ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga 25 atau 50 basis poin pada bulan September. Sun mencatat bahwa sejak 1995, The Fed telah menjalani delapan siklus pemangkasan suku bunga, dan ada pola menarik yang muncul.

Pada hari pemotongan suku bunga pertama, harga emas cenderung menguat dengan rata-rata kenaikan 1,6% dan peluang positif 75%. Namun, dalam sebulan setelah pemangkasan, harga emas sering kali mengalami penurunan rata-rata 2,5%. Sebaliknya, setelah 12 bulan, imbal hasil emas cenderung sangat positif, dengan rata-rata kenaikan 7,7% dan peluang positif 75%.

Sun juga mengingatkan para pedagang logam mulia tentang beberapa faktor penting dalam menentukan waktu yang tepat untuk berinvestasi dalam emas. Meskipun emas sering dianggap sebagai aset defensif, performanya tidak selalu baik selama periode krisis ekonomi. Misalnya, selama Krisis Keuangan Global, harga emas turun hampir 30% antara Maret dan Oktober 2008.

Ketika krisis ekonomi mereda, pasar cenderung stabil dan emas sering berkinerja baik. Pemangkasan suku bunga The Fed biasanya disertai dengan pelonggaran kuantitatif, yang meningkatkan likuiditas pasar dan mendorong investasi. Kondisi ini umumnya mendorong harga emas naik dalam jangka panjang.

Meskipun volatilitas harga emas mungkin akan terjadi dalam jangka pendek setelah pemangkasan suku bunga, data historis menunjukkan kecenderungan performa yang lebih kuat dalam jangka menengah hingga panjang. Pertanyaan utama saat ini adalah apakah ada krisis yang tidak terduga yang dapat mendorong harga emas turun dalam jangka pendek, atau apakah pemangkasan suku bunga The Fed akan terjadi dalam kondisi stabilitas ekonomi.

Perdagangan terakhir menunjukkan harga emas spot di pasar global pada Selasa (3/9) berada di level US$2.493 per ons, menurun US$6,51 dibandingkan penutupan sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan bahwa harga logam mulia saat ini relatif murah atau terdiskon, dengan prediksi jangka panjang yang masih berpotensi untuk kembali reli.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *