Harga perak kembali mengalami tekanan besar pada perdagangan Jumat (15/05), turun sekitar 6% ke level US$79 per ounce dan memperpanjang pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi Amerika Serikat serta munculnya spekulasi bahwa suku bunga tinggi berpotensi bertahan lebih lama, bahkan masih membuka peluang kenaikan tambahan dari bank sentral AS.
Tekanan utama berasal dari data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan inflasi dari sisi produsen terus meningkat. Data harga produsen serta harga impor dan ekspor pada April dilaporkan mencatat kenaikan tercepat sejak tahun 2022. Inflasi tahunan juga disebut mencapai level tertinggi sejak 2023, dipicu oleh dampak perang Iran dan terganggunya jalur distribusi energi global akibat penutupan Selat Hormuz.
Ikuti update market terbaru, analisa trading, serta informasi seputar emas, perak, minyak, dan forex melalui Instagram Equityworld Praxis Official dan kanal media sosial resmi lainnya di Linktree EWF Praxis.
Kondisi tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed berubah cukup signifikan. Pelaku pasar kini mulai menghapus kemungkinan pemangkasan suku bunga tahun ini, bahkan sebagian investor mulai memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga tambahan pada akhir tahun. Ketika ekspektasi suku bunga meningkat, aset berbunga seperti obligasi menjadi lebih menarik, sementara logam mulia seperti perak cenderung kehilangan daya tarik karena tidak memberikan imbal hasil.
Selain faktor makroekonomi, tekanan terhadap harga perak juga datang dari sisi fundamental pasar. Strategis UBS dilaporkan memangkas proyeksi permintaan investasi perak tahunan dari sebelumnya di atas 400 juta ounce menjadi sekitar 300 juta ounce. Pelemahan permintaan industri dan meningkatnya pasokan tambang dinilai menjadi faktor utama perubahan proyeksi tersebut.
Bagi Anda yang ingin memahami peluang trading perak, emas, maupun komoditas global lainnya, Anda dapat mencoba simulasi transaksi secara langsung melalui Demo Account Equityworld Futures. Informasi lengkap mengenai layanan dan profil perusahaan tersedia di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.
UBS juga memperkirakan defisit pasokan perak akan menyusut tajam menjadi sekitar 60β70 juta ounce, jauh lebih rendah dibanding estimasi sebelumnya yang mencapai sekitar 300 juta ounce. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ketatnya pasar perak tidak sebesar perkiraan awal dan menambah tekanan terhadap harga logam tersebut dalam jangka pendek. Untuk membaca berita ekonomi dan market terbaru lainnya, kunjungi Newsmaker.id
