Harga minyak dunia kembali bergerak naik pada perdagangan Jumat (22/5) di tengah keraguan pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak Brent tercatat naik sekitar 3,2% ke level US$105,88 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,6% menjadi US$98,88 per barel. Meski demikian, secara mingguan harga minyak masih mencatat pelemahan akibat tingginya volatilitas pasar selama proses negosiasi berlangsung.
Pergerakan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir sangat dipengaruhi perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran. Sumber senior Iran menyebut bahwa perbedaan antara kedua negara mulai menyempit, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyampaikan adanya βtanda positifβ dalam pembicaraan tersebut. Namun, negosiasi masih menghadapi hambatan besar terkait kepemilikan uranium Iran dan kendali atas Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi global.
Untuk mendapatkan update market terkini, edukasi trading, dan informasi finansial lainnya, Anda dapat mengakses seluruh sosial media resmi perusahaan melalui Linktree Equityworld Praxis.
Enam minggu setelah gencatan senjata yang dinilai masih rapuh, upaya mengakhiri konflik belum menunjukkan kemajuan signifikan. Kondisi ini terus memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global. Sebelum konflik berlangsung, sekitar 20% distribusi energi dunia melewati Selat Hormuz. Saat ini, gangguan di wilayah tersebut diperkirakan menghilangkan sekitar 14 juta barel minyak per hari dari pasar global, termasuk pasokan dari Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Kepala perusahaan minyak nasional ADNOC menyampaikan bahwa arus distribusi penuh melalui Selat Hormuz kemungkinan baru akan kembali normal pada kuartal pertama atau kedua tahun 2027, bahkan jika konflik berhasil diselesaikan dalam waktu dekat. Sementara itu, ekspor bahan bakar olahan China untuk Juni diperkirakan sedikit meningkat dibandingkan Mei demi menjaga kebutuhan energi domestik negara tersebut.
Di sisi lain, pasar juga menantikan keputusan dari negara-negara produsen OPEC+. Sumber pasar menyebut tujuh negara produsen utama dalam aliansi OPEC+ berpotensi menyetujui kenaikan produksi minyak secara moderat pada pertemuan 7 Juni mendatang. Namun, peningkatan output dinilai belum tentu mampu sepenuhnya menutupi gangguan pasokan akibat konflik di Iran.
Bagi Anda yang ingin memahami dinamika pasar energi global dan mencoba simulasi trading secara langsung, Anda dapat mengakses Demo Account Equityworld Futures untuk belajar trading tanpa menggunakan dana riil.
Pelaku pasar kini terus memantau perkembangan negosiasi AS-Iran, kondisi distribusi minyak melalui Selat Hormuz, keputusan produksi OPEC+, serta arah harga energi global. Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama volatilitas pasar komoditas dan inflasi global dalam beberapa bulan mendatang.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan profil perusahaan, silakan kunjungi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mengikuti berita ekonomi dan analisa market terbaru melalui Newsmaker Indonesia serta update harian di Instagram resmi Equityworld Praxis Official.
