
Equityworld Futures Surabaya Praxis –
Harga minyak naik sedikit di awal perdagangan Asia pada Kamis (07/09), bertahan di level tertinggi 10 bulan kala tanda-tanda turunnya stok cadangan AS menambah ekspektasi bahwa pasokan minyak global akan mengetat lebih lanjut tahun ini.
Fokus juga tertuju pada data perdagangan China yang akan dirilis hari ini, dengan perhatian khusus pada impor minyak ke negara importir minyak terbesar di dunia ini. Ini terjadi saat negara sedang berjuang dengan pemulihan ekonomi yang melambat.
Data industri indikasi bahwa stok minyak AS kemungkinan menyusut selama empat minggu berturut-turut, pasalnya perusahaan penyulingan meningkatkan produksi di tengah ekspektasi puncak permintaan perjalanan musim panas. Data tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Arab Saudi dan Rusia mengumumkan pengurangan pasokan yang lebih besar dari perkiraan yang berlangsung hingga akhir 2023.
Pemangkasan ini memicu rally pesat minyak, menempatkan harga di level tertinggi awal November. Potensi pasokan global yang lebih ketat diperkirakan akan membuat harga tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang, dan juga diharapkan dapat membantu pasar minyak menghadapi potensi turunnya permintaan.
Minyak Brent naik 0,1% ke $90,73 per barel, sementara minyak WTI naik 0,1% di $87,66 per barel pukul 07.23 WIB.
Sumber: Investing.com
