
Equityworld Futures Praxis Surabaya – Harga emas naik pada hari Senin (11/09), mengambil sedikit bantuan dari turunnya dolar menjelang laporan data inflasi utama yang akan terbit minggu ini, sementara harga tembaga naik dalam data inflasi China menunjukkan beberapa tanda perbaikan.
Logam mulia alami penurunan dari minggu lalu, akibat kekhawatiran atas inflasi tinggi dan suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama menopang dolar ke level tertinggi enam bulan. Greenback mengalami aksi profit taking pada hari Senin.
Fokus saat ini tertuju data inflasi konsumen AS untuk bulan Agustus, yang akan dirilis pada hari Rabu. Angkanya diperkirakan akan meningkat dari bulan sebelumnya, memberikan Federal Reserve lebih banyak dorongan untuk menjaga suku bunga lebih tinggi lebih lama.
Emas spot naik 0,4% ke $1.927,06/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir Desember naik 0,4% menjadi $1.950,45/oz pukul 12.03 WIB.
Inflasi AS dan rapat Fed menjadi fokus
Angka inflasi AS yang lebih tinggi bisa membuat harga emas dan pasar logam alami lebih banyak kerugian, terutama dengan adanya rapat Federal Reserve yang akan berlangsung minggu depan. Analis memperkirakan inflasi indeks harga konsumen akan naik sebesar 0,6% pada Agustus dari bulan sebelumnya, meningkat dari peningkatan 0,2% yang tercatat bulan Juli.
Sementara The Fed diperkirakan luas akan mempertahankan suku bunga di bulan September, tanda-tanda inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong bank untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini. Suku bunga AS sudah berada di level tertinggi lebih dari dua dekade.
Kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi emas, karena meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi di aset yang tidak memberikan imbal hasil. Perdagangan ini telah memukul emas sepanjang tahun lalu, dan telah membatasi pemulihan besar dalam logam mulia sepanjang tahun 2023 ini.
Suku bunga AS yang lebih tinggi isyaratkan ada lebih banyak keuntungan dalam dolar dan Treasury yields, yang juga diperkirakan akan membebani harga emas.
Selain itu nikel naik 2,14% sore ini pukul 14.52 WIB, timah stabil Jumat di ICE London, bijih besi turun 0,43% dan tembaga naik 1,75%.
Tembaga melonjak kala membaiknya inflasi China
Di antara logam industri, harga tembaga naik pada hari Senin, terutama didukung oleh membaiknya angka inflasi China yang dirilis pada akhir pekan.
Tembaga melonjak 1,3% ke $3,7615 per pon, rebound dari titik terendah lebih dari tiga minggu.
Data yang dirilis akhir pekan menunjukkan inflasi konsumen China kembali ke wilayah positif pada Agustus, sementara inflasi harga produsen juga turun dengan tingkat yang lebih lambat daripada yang terlihat awal tahun ini.
Data tersebut, ditambah dengan Beijing yang meluncurkan langkah-langkah yang lebih mendukung untuk sektor properti, membantu meningkatkan optimisme atas pemulihan ekonomi di negara importir tembaga terbesar di dunia ini.
Namun, data lain untuk bulan Agustus masih memberikan gambaran yang beragam terhadap ekonomi China, karena masih berjuang dengan pemulihan yang melambat pasca-COVID.
Untuk, karet turun 1,51% Jumat di Singapura, batubara Newcastle di ICE London tercatat 156,00, kakao AS naik 1,2% hingga Sabtu lalu, harga minyak sawit turun 0,53%, dan kacang kedelai naik 0,36% pukul 14.55 WIB. Adapun, kopi robusta di London mencapai 2.399,00, kopi AS turun 1,11% pada Sabtu dan gas alam turun 1,61%.
Sumber: investing
