0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Equityworld Futures Surabaya Praxis – Mata uang Asia mayoritas naik pada hari Senin, pulih dari kerugian baru-baru ini saat dolar turun dari level tertinggi dalam enam bulan terakhir, sementara yen Jepang menguat usai Kepala Bank of Japan Kazuo Ueda mengisyaratkan potensi peralihan dari suku bunga negatif.

Data inflasi yang positif dari China juga membantu sentimen yang lebih luas. Data yang dirilis akhir pekan menunjukkan beberapa perbaikan di negara dengan ekonomi terbesar di Asia ini.

Fokus minggu ini tertuju ke data inflasi AS, yang akan terbit pada hari Rabu, untuk mendapat lebih banyak petunjuk mengenai kebijakan moneter dan jalur suku bunga. Angkanya juga akan dilakukan seminggu sebelum rapat Federal Reserve, di mana bank akan mempertahankan suku bunga.

Namun, bank juga diperkirakan akan menjaga suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, mengingat inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja yang kuat.

Indeks dolar dan indeks dolar berjangka masing-masing turun 0,4% di perdagangan Asia, dengan investor mengunci beberapa keuntungan setelah greenback naik mendekati level tertinggi enam bulan minggu lalu.

Hal ini memberikan sedikit kelegaan pada mata uang Asia, yang sebelumnya mengalami penurunan tajam di tengah kekhawatiran akan kenaikan suku bunga AS.

Yuan China menguat 0,4%, sementara won Korea Selatan bertambah 0,2%. Optimisme atas China membuat dolar Australia menguat 0,6%, sementara rupee India bertambah 0,2%.

Yen Jepang naik, Ueda sinyal akhiri suku bunga negatif
Yen berkinerja terbaik di Asia untuk hari ini, naik hampir 1% setelah Gubernur Ueda mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa BOJ dapat memiliki data yang cukup hingga akhir tahun untuk menentukan apakah suku bunga harus tetap negatif.

Ueda mengatakan bahwa target inflasi 2% sudah di depan mata, memungkinkan bank untuk mulai menimbang pengetatan kebijakan. Pertumbuhan upah juga sedikit meningkat di negara ini.

Perubahan kebijakan oleh BOJ akan mengakhiri hampir satu dekade suku bunga negatif, mempersempit kesenjangan antara suku bunga lokal dan AS dan mengurangi tekanan pada yen.

Terlepas dari peningkatan hari Senin, yen masih diperdagangkan mendekati posisi terendah 10 bulan pasalnya kenaikan suku bunga AS membuat mata uang berimbal hasil rendah terlihat jauh lebih tidak menarik, sementara sentimen risiko yang memburuk juga mengurangi daya tariknya untuk carry trade.

 

Sumber: investing.com

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *