
Equityworld Futures Surabaya Praxis – Bursa saham Asia flat pada Selasa (12/09). Pasar tetap menghindari aset risiko menjelang data inflasi utama AS minggu ini, sementara sinyal hawkish dari Bank of Japan juga membuat pasar menimbang sebuah akhir suku bunga negatif di negara dengan perekonomian terbesar kedua di Asia tersebut.
Saham-saham regional abaikan dorongan kuat dari Wall Street. Sektor teknologi mengalami aksi jual yang berlanjut dalam ketidakpastian atas nasib Alibaba Group Holding (HK:9988) (NYSE:BABA) dan memburuknya hubungan AS-China terus menekan sentimen.
Saham Alibaba anjlok 1,8% pada hari Selasa, memperpanjang kerugian setelah kepala unit cloud-nya tak diduga berhenti minggu ini. Saham perusahaan merupakan salah satu saham dengan bobot terbesar di Hang Seng, yang turun 0,1%.
Kerugian di Alibaba juga merembet ke perusahaan-perusahaan teknologi lainnya. Saham Tencent (HK:0700) dan Baidu (NASDAQ:BIDU) Inc (HK:9888) melemah sekitar 0,5%.
Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite China diperdagangkan flat setelah raih peningkatan yang kuat sesi sebelumnya, usai data menunjukkan peningkatan substansial pinjaman baru dan pembiayaan sosial China, di tengah berlanjutnya dukungan moneter dari pemerintah.
Namun sentimen terhadap China masih tetap waspada, mengingat indikator ekonomi lainnya untuk bulan Agustus masih menyiratkan berlanjutnya hambatan bagi negara dengan ekonomi terbesar di Asia ini.
Fokus minggu ini yakni data utama retail sales dan produksi industri untuk bulan Agustus, yang akan tebit pada hari Jumat.
Pasar Asia yang lebih luas beranjak lebih rendah, dengan fokus data inflasi konsumen AS yang akan hadir pada hari Rabu. Inflasi diperkirakan akan meningkat pada bulan Agustus dengan tingkat yang lebih tinggi daripada bulan Juli, memberikan Federal Reserve lebih banyak dorongan untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi.
KOSPI Korea Selatan turun 0,4%, sementara ASX 200 Australia flat setelah data menunjukkan penurunan yang terus berlanjut sentimen konsumen hingga awal September.
Nikkei 225 Jepang naik 0,8%, rebound dari pelemahan selama tiga minggu. Nikkei terpukul oleh komentar baru-baru ini dari Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda, yang mengatakan bahwa target inflasi tahunan bank sebesar 2% sudah di depan mata, yang kemudian dapat membuat bank tersebut beralih dari kebijakan suku bunga negatif hampir satu dekade.
Sumber: investing.com
