
EQUITYWORLD FUTURES SURABAY PRAXIS – Harga minyak turun pada hari Selasa (10/10) menyusul lonjakan sebesar 4% sesi sebelumnya dan pelaku pasar menilai potensi gangguan pasokan di tengah konflik yang berlangsung antara Israel dan Hamas.
Pukul 08.00 WIB, harga minyak Brent dan WTI turun 0,3%.
Meskipun Israel bukanlah produsen minyak yang besar, ada kekhawatiran yang berkembang bahwa eskalasi konflik dapat mengganggu pasokan dari Timur Tengah dan memperburuk defisit yang telah diantisipasi untuk sisa tahun ini.
Sebagai akibat dari konflik ini, pelabuhan Ashkelon di Israel dan terminal minyaknya telah ditutup untuk sementara waktu, sumber-sumber melaporkan hari Senin.
Pertempuran yang sedang berlangsung berpotensi menghambat upaya AS untuk menegosiasikan rekonsiliasi antara Arab Saudi dan Israel, yang dapat mengarah pada peningkatan produksi tahun depan sebagai bagian dari kesepakatan.
Analis juga berpendapat bahwa kekerasan yang berlangsung bisa membuat AS meningkatkan sanksinya terhadap Iran, yang dapat berdampak negatif pada ekspor minyak Iran.
Meskipun tidak ada bukti konkrit atau informasi intelijen yang menunjukkan keterlibatan langsung Iran dalam serangan-serangan tersebut, seorang juru bicara Gedung Putih menyatakan hari Senin bahwa Iran terlibat.
Dalam catatan yang lebih positif untuk pasokan minyak, ada kemajuan dari perundingan antara Venezuela dan AS. Hal ini berpotensi memberikan keringanan sanksi kepada Caracas dengan mengizinkan setidaknya satu perusahaan minyak asing tambahan untuk menangani minyak Venezuela dalam kondisi tertentu, menurut beberapa sumber.
SUMBER: INVESTING.COM
