0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Pemilu 2024 di Indonesia menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi pergerakan pasar tahun ini. Investor perlu memperhatikan dampak dari peristiwa politik ini sebelum menentukan portofolio investasi mereka.

Menurut Eko Endarto, Perencana Keuangan dari Finansia Consulting, tahun politik cenderung membuat investor berada dalam fase wait and see. “Kewaspadaan menjadi kunci dalam berinvestasi tahun ini. Investor biasanya cenderung mengambil posisi aman dan menunggu perkembangan,” ungkapnya kepada Kontan.

Eko merekomendasikan agar investor menghindari risiko dan memilih produk dengan risiko rendah, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi perubahan kebijakan saat pergantian pemerintahan. Produk seperti deposito, obligasi negara, dan emas dianggap sebagai pilihan safe haven yang baik dalam tahun yang dinamis seperti ini. Di sisi lain, saham dan instrumen investasi berisiko tinggi lainnya masih dianggap belum cocok untuk dipilih saat ini.

Untuk alokasi investasi, investor konservatif disarankan untuk membagi portofolio dengan 70% di emas dan obligasi, serta 30% di saham dan instrumen risiko tinggi lainnya. Sedangkan investor moderat dan agresif dapat mempertimbangkan alokasi sebesar 60% di emas dan obligasi, serta 40% di saham dan instrumen risiko tinggi lainnya.

Eko menegaskan bahwa, meskipun investor moderat dan agresif memiliki pilihan yang serupa, periode investasi yang diambil tidak terlalu panjang, dengan durasi maksimal dua tahun.

Mengenai saham, Eko masih menganggapnya sebagai investasi berisiko tinggi untuk tahun ini, sehingga belum merekomendasikan sektor atau saham spesifik bagi investor. Bagi mereka yang mempertimbangkan investasi jangka panjang, Eko menyarankan untuk mempertimbangkan saham bluechip sebagai alternatif yang lebih stabil.

Eri Kusnadi, Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM), memperkirakan bahwa pergerakan instrumen investasi akan dipengaruhi oleh fundamental dan berita ekonomi. Meskipun tahun politik, dampaknya seharusnya cukup moderat dan cenderung positif bagi pasar, tergantung pada perkembangan yang signifikan. Dia juga mengantisipasi penurunan suku bunga baik di AS maupun domestik di tahun 2024, yang diharapkan dapat mendukung kinerja obligasi dan saham secara umum.

Tahun politik memang membawa dinamika tersendiri bagi pasar keuangan, namun dengan strategi yang tepat, investor dapat mengelola risiko dan memanfaatkan peluang yang ada dalam mengatur portofolio investasi mereka.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *