Pada perdagangan Jumat (2/2/2024), mayoritas bursa Asia-Pasifik mengalami kenaikan, menandai pemulihan setelah beberapa sesi penurunan sebelumnya. Sentimen positif dipicu oleh aksi profit taking yang berkurang dan penerimaan terhadap keputusan bank sentral AS yang menunjukkan belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Pukul 08:00 WIB, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,72%, Straits Times Singapura naik 0,41%, ASX 200 Australia melonjak 1,04%, dan KOSPI Korea Selatan melonjak 1,32%.
Di Korea Selatan, data menunjukkan bahwa inflasi turun di bawah level 3% pada Januari 2024, pertanda pertama kali dalam enam bulan terakhir bahwa tekanan inflasi mulai mereda. Indeks harga konsumen (IHK) turun menjadi 2,8% secara tahunan, sedangkan IHK inti naik 2,6%.
Sementara itu, di Wall Street, bursa saham AS mengalami kenaikan yang signifikan kemarin. Dow Jones naik 0,97%, S&P 500 melonjak 1,25%, dan Nasdaq Composite melompat 1,3%. Sentimen positif di AS didorong oleh laporan kinerja perusahaan yang kuat dan data ketenagakerjaan yang solid, setelah The Fed mengkonfirmasi bahwa tidak akan menurunkan suku bunga pada awal Maret 2024.
Chairman The Fed Jerome Powell menegaskan dalam konferensi pers bahwa penurunan suku bunga pada bulan Maret “tidak mungkin terjadi,” mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS.
Sementara itu, saham-saham teknologi seperti Meta Platforms (Facebook) dan Amazon.com mencatat kenaikan setelah laporan keuangan yang mengesankan, meskipun saham Apple merosot karena penjualan di China yang di bawah ekspektasi.
Secara keseluruhan, musim pelaporan kuartal keempat berjalan positif di AS, dengan sebagian besar perusahaan S&P 500 melampaui ekspektasi pendapatan. Dengan demikian, pasar Asia-Pasifik menunjukkan reaksi yang optimis terhadap sentimen yang lebih stabil dari pasar global.
Analisis Singkat: Berita ini mencerminkan optimisme pasar di Asia-Pasifik setelah periode volatilitas sebelumnya. Pemulihan bursa saham di wilayah ini didukung oleh harapan akan stabilitas kebijakan moneter global, serta laporan kinerja perusahaan yang solid di AS. Meskipun tantangan tetap ada, seperti penurunan inflasi di Korea Selatan, investor cenderung melihat ke depan dengan lebih positif dalam jangka pendek.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
