Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00% pada bulan ini, sesuai kebijakan yang telah berlaku sejak Oktober 2023. Keputusan ini diumumkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 21 Februari 2024.
Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan tersebut konsisten dengan fokus BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menghadapi tantangan inflasi dengan target tetap terkendali pada rentang 2,5% ยฑ 1% untuk tahun 2024.
Perry juga menyoroti perbaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik dari sebelumnya. Meskipun demikian, tingkat ketidakpastian di pasar keuangan global masih tinggi, terutama terlihat dari indikator kuatnya ekonomi AS yang melebihi ekspektasi, perlambatan ekonomi China, serta resesi teknis yang terjadi di Inggris dan Jepang.
BI tetap optimis terhadap prospek penurunan Fed Fund Rate (FFR) yang dijadwalkan pada semester kedua tahun 2024, dengan antisipasi total penurunan sebesar 75 basis poin (bps).
Ke depannya, Perry menegaskan bahwa BI akan terus memantau kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan dampak inflasi yang berasal dari impor. Hal ini memperkuat keputusan BI untuk menjaga stabilitas suku bunga acuan sebagai langkah preventif.
Selain itu, Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter pro-market, termasuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), untuk mendukung aliran masuk modal asing dan menjaga kekuatan nilai tukar rupiah.
Perry menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan langkah koordinasi BI dengan pemerintah terkait implementasi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE), yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi asing dan secara positif memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Dengan kebijakan yang tetap konsisten dan proaktif, BI berharap dapat meminimalisir dampak risiko ekonomi global pada perekonomian dalam negeri, serta memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di atas level 5% untuk tahun ini.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
