PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) percaya bahwa ekonomi Amerika Serikat tidak akan mengalami nasib yang sama dengan Jepang dan Inggris dalam tahun 2024-2025. Menurut Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI, Amam Sukriyanto, dalam diskusi yang diselenggarakan oleh LPPI pada Jumat, 23 Februari 2024, ekonomi AS diperkirakan akan melambat tetapi tidak akan masuk ke dalam resesi.
Keyakinan ini didasarkan pada beberapa faktor, termasuk membaiknya keyakinan pelaku ekonomi di AS. “Perekonomian AS diperkirakan masih akan melambat, tapi diramalkan tidak sampai resesi,” jelas Amam Sukriyanto.
Amam juga memprediksi bahwa suku bunga acuan bank sentral AS, atau Fed Fund Rate, tidak akan turun dalam waktu dekat ini mengingat kekuatan yang masih solid dari perekonomian AS saat ini. Meskipun beberapa kalangan memproyeksikan penurunan suku bunga pada akhir semester I 2024, Amam menegaskan bahwa kemungkinan penurunan tersebut mungkin tertunda atau bahkan tidak terjadi sama sekali.
Sebelumnya, Jepang mengalami kontraksi ekonomi selama dua kuartal berturut-turut pada kuartal IV-2023, sementara Inggris melaporkan pertumbuhan ekonomi yang negatif pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan ekonomi global tetap signifikan, namun BRI optimis bahwa AS memiliki fondasi yang kuat untuk menghindari kondisi ekonomi yang lebih parah seperti yang dialami oleh negara-negara lain.
Dengan proyeksi ini, BRI menegaskan bahwa kondisi ekonomi global tetap menjadi fokus perhatian dalam menilai risiko dan peluang bagi sektor keuangan global, termasuk dalam strategi investasi dan pengambilan keputusan bisnis.
Jangan lupa untuk cek dan coba website kami di ewf trading
