0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Pada perdagangan Kamis (29/2/2024), mayoritas bursa Asia-Pasifik mengalami penurunan, dengan investor berada dalam mode menunggu dan melihat menjelang rilis data ekonomi AS yang penting, termasuk inflasi belanja personal.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,23%, sementara Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,33%, ASX 200 Australia mengalami penurunan tipis 0,09%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,56%. Di sisi lain, indeks Shanghai Composite China menguat tipis 0,08% dan Straits Times Singapura menguat 0,17%.

Pelemahan bursa Asia-Pasifik ini terjadi seiring dengan koreksi yang terlihat di Wall Street AS pada sesi sebelumnya. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun tipis 0,06%, S&P 500 terkoreksi 0,17%, dan Nasdaq Composite melemah 0,55%.

Wall Street sedang dalam proses menjaga momentum setelah reli yang kuat, terutama setelah data PDB kuartal IV-2023 AS yang menunjukkan pertumbuhan 3,2%, sedikit lebih rendah dari perkiraan awal 3,3%. Ini disebabkan oleh revisi ke bawah pada investasi inventaris swasta yang sebagian diimbangi oleh peningkatan belanja pemerintah dan konsumen.

Ekonomi AS pada tahun 2023 mencatat pertumbuhan 2,5%, mengungguli angka pertumbuhan 1,9% pada tahun sebelumnya. Belanja konsumen yang signifikan, yang menyumbang sekitar 70% dari aktivitas ekonomi AS, tumbuh 3% tahunan dari Oktober hingga Desember.

Selain itu, belanja pemerintah negara bagian dan lokal meningkat 5,4% per tahun pada kuartal terakhir 2023, mencatat laju tercepat sejak tahun 2019. Pertumbuhan ekspor juga turut menyokong pertumbuhan pada periode tersebut.

Fokus pasar kini beralih ke data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS untuk Januari 2024, yang diharapkan memberikan petunjuk penting terkait kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Data ini akan menjadi penentu apakah The Fed akan menahan atau mengurangi suku bunga dalam pertemuan mendatang.

Ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga telah mundur ke pertemuan Juni, menurut FedWatch Tool dari CME. Hal ini mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed, terutama dalam konteks inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.

Malam ini, selain data inflasi PCE, pasar juga akan memantau rilis data klaim pengangguran mingguan AS, yang diperkirakan naik menjadi 210.000 klaim. Data ini juga akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi tenaga kerja AS, meskipun tidak dapat dijadikan patokan tunggal atas kondisi pasar kerja secara keseluruhan.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *